Blind Date by AliaZalea

Kalimat pertama Blind Date
Hal pertama yang aku sadari adalah bahwa aku sedang dalam keadaan di antara alam sadar dan tidak sadar.

Sececap Blind Date

Merasa usahanya dalam mencari pengganti mantan pacarnya tidak segera membuahkan hasil, Titania Larasati memutuskan untuk menyewa jasa kencan buta profesional, My Blind Date (MBD). Titania tidak pernah menyangka, wanita cantik nan modis seperti dirinya, bisa terdampar di tempat seperti itu. Apakah dia memang se-desperate itu dalam mencari pasangan?



Dalam daftar kriterianya, Titania meminta MBD untuk mencarikannya sesosok pria yang single se-single-singlenya alias belum menikah. Harusnya itu bukan masalah yang sulit. Tentu masih banyak pria single di luaran sana. Tapi ... Meski MBD mentjarikan calon yang sesuai dengan kriteria yang diminta, tidak ada satu kandidat pun yang sesuai dengan hatinya.

Gimana mau sesuai, lha tanpa direncanakan Titania sudah bertemu dengan seorang asing yang begitu menarik perhatiannya.

Citarasa Blind Date

Saat menemukan Blind Date, yang desain sampulnya ini cukup lumayan, aku sempat mengira bahwa ceritanya bakal klise: dua orang insan yang dipertemukan dalam kencan buta yang diatur oleh sahabat masing-masing. Oh ya, saat aku menemukan buku ini, aku tidak melihat sinopsis yang tercetak di punggung buku, dan aku seringnya tak keberatan dengan cerita klise, saat aku memutuskan membawa pulang buku ini aku hanya ingin mencoba karya AliaZalea.

Tapi ternyata, aku salah duga. Ternyata kencan butanya tidak diatur sahabat, atau dugaanku yang lain: ketemu di dunia maya, tapi diatur oleh tenaga kerja profesional. Ini bagus, salah satu poin yang aku suka dari novel ini.

Blind Date ini berkisah mengenai kehidupan Titania, wanita Indonesia berusia 27 tahun yang tinggal dan bekerja di Amerika. Tepatnya di Winston-Salem. Dia pernah tinggal serumah dengan kekasihnya, yang dipacarinya selama tiga tahun. Tapi meski tinggal serumah, Titania ini masih perawan. Dia punya prinsip, dia hanya akan menyerahkan keperawanannya pada suaminya.

Kemudian, suatu malam, Titania menangkap basah kekasihnya itu sedang bercinta dengan perempuan lain! Sontak saja hatinya hancur berkeping-keping. Dia kemasi barang-barangnya dari apartemen kekasihnya, dan dia pun kembali ke apartemennya yang lama dengan sisa hatinya yang tercabik-cabik (?)

Aku suka dengan gaya bercerita AliaZalea. Enak dibatja, mengalir ... Tapi aku tidak bisa menyukai Titania, meski dia digambarkan keren (cantik, pintar [ya kali], modis, mandiri, percaya diri, bisa masak, punya pekerjaan yang oke). Malahan sebenarnya, tidak ada tokoh yang benar-benar aku sukai di buku ini. Bahkan si cowok asing yang menyita perhatian Titania, yang sempat membuatnya berpikir untuk membuang uang $ 2000 (setara Rp 26.000.000, biaya menyewa jasa MBD), yang digambarkan punya segalanya.

Dari segi ceritanya, aku suka bagian Titania menyewa jasa kencan buta. Pendeskripsiannya oke dan terasa nyata, dan membuat settingnya yang di Amerika terasa pas. Mana ada di Indonesia jasa makcomblang yang jadi badan usaha legal? Tapi aku tidak suka dengan kebetulannya, terlalu kentara dan bak kebetulan di ftv-ftv. Juga beberapa konfliknya. Terutama konflik yang kemudian mengarah pada adegan kejar-kejaran di bandara. Konflik itu terasa ... Umm, agak dangkal. Aku tahu konflik seperti bisa terjadi, tapi ini Titania lho ... Yang dipuji banyak orang sebagai cewek pintar, tapi kok ya dia bisa membuat konflik seperti itu?

Didi, adik Titania, dan dia itu cewek (aku sempat mengira dia cowok, hahah), sempat 'memberi pembelaan' pada Titania, mengatakan bahwa Titania ini begitu, tapi pas bersenggolan dengan 'ehem', maka dia bak kehilangan begitunya. Tahu apa yang aku maksud? Kalau nggak tau, ya udah sik xD #ditimpukvoucherbuku #lagi.

Intinya, konflik yang agak dangkal itu diberi 'pembelaan'. Tapi bagiku, walau masuk akal, tetap saja terasa kurang oke. Tapi ini lebih ke, Kenapa harus pakai adegan itu?

Tapi itu lebih ke masalah selera saja. Yang jelas, Blind Date enak untuk dibatja, dan teman batja sekali duduk (?) yang oke.

Blind Date

Penulis: AliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2010
Tebal: 272 halaman
Genre: Romance
Stew score: Sugar Free (2 of 5 stars)
Target: Young Adult (16 tahun ke atas)


Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::

Kategori: Support Local Author!


0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html