The Ghost on My Couch [L.A. Gilbert]

The Ghost on My Couch

23a1c2647c06aa0fa82186365c0cab75_gomc 
Penulis: L.A. Gilbert
Penerbit: Dreamspinner Press
Tebal: 168 halaman
Format buku: E-Book
Genre: M/M romance, Supernatural - Ghost, komedi, GLBT
Stew Score: Almost Sweet!

Bagaimana jika sepulang kerja, badan capek semua, lalu kamu melalukan kegiatan santai sejenak sebelum merebahkan diri di atas tempat tidur, kalian menemukan seorang (?) hantu duduk di sofa di ruang tamumu?

Oh my God, there is… The Ghost on My Couch!

Apa kamu akan mengajaknya berkenalan? Atau saking terkejutnya kalian membeku di tempat, seakan kaki kalian terpaku ke lantai? Atau malah seperti Alex, lari tunggang langgang dari flatnya dan menggedor pintu flat sahabatnya?

Maafkan aku, Alex, aku teringat dengan apa-apa yang kamu kenakan ketika kamu terbirit-birit. When you found…
Alex: The Ghost on my Couch. It’s Okay. Aku tahu itu… Sedikit memalukan, kalau diingat-ingat lagi, sebenarnya.

Nah, Story Eater disini sudah ada Alex dan, pacarnya, Kid.

Kid ini yang disebut Alex sebagai The Ghost on My Couch-nya.

Ohh, nggak usah malu-malu, kalian bisa saling berdekatan kalau mau… Atau sebelum kuundang kemari kalian sedang ada masalah?
Alex: Tidak. Kami baik-baik saja. Malah sedang mesra-mesranya (memandang Kid).
Kid: Mungkin Alex masih terbawa kebiasaan lamanya yang benci ketika sesuatu yang mengarah pada dirinya menunjukkan kalau dia gay.
Alex: Kid.
Kid: But, it’s true, Alex my dear.

Oke, oke. Aku percraya kalian sedang mesra-mesranya. Jadi tidak ada kesulitan dong bila salah satu dari kalian menceritakan bagaimana kalian bertemu?
Alex: Semua yang kamu katakan di pembukaan tadi benar. Jelas sekali aku takut. Siapa sih yang nggak takut rumahnya didatangi hantu?

Ya, aku bisa membayangkannya.
Alex: Saking takutnya, aku sampai meminta Andy, sahabatku, untuk menemaniku sejenak.
Kid: But, he’s the lucky one. Andy menemaninya hingga dia jatuh tertidur.
Alex: Saat itu kami, aku dan Kid, belum dekat.

Lalu bagaimana kalian jadi dekat?
Alex: (menatap ke arah Kid) Mungkin karena kami sering bertemu.
Kid: Kami tinggal seatap.

Tidak heran gambar kalian berdua di cover The Ghost on My Couch
Alex: Sayangnya, kami tidak bisa bersentuhan–
Kid: Saat itu, aku masih jadi… Hantu.
Alex: –Meski aku ingin.
Kid: Sebenarnya, saat aku masih jadi hantu, aku tidak bisa keluar dari flatnya Alex.

Kenapa bisa begitu, Kid?
Kid: Aku tidak tahu.

Kenapa kamu bisa sampai di flatnya Alex, dari berjuta tempat yang lainnya?
Kid: Aku tidak tahu. Saat membuka mata, aku sudah berada di sana. Pada awalnya aku tidak tahu aku sudah, yah, mati. Tapi kemudian…

Ini aneh, kamu tidak punya hubungan apa-apa dengan Alex, bukan?
Kid: Yeah.

Tapi ini…
Alex: Aneh? Yeah. Memang aneh. Tapi keanehan yang patut disyukuri. Aku bersyukur dia nyasar ke flatku. Kalau tidak… Bagaimana aku bisa mengenalnya?
Kid: Aku juga bersyukur bisa bertemu denganmu, Alex. Hingga hari ini aku tidak bisa lupa dengan apa yang kamu lakukan ketika aku masih jadi… Hantu.

Apa yang Alex lakukan untukmu, Kid?
Kid: (Alex dan Kid saling tatap) Sesuatu yang sangat manis sekali. Padahal kami… Baru beberapa hari kenal.

Satu pertanyaan lagi, sebelum ini Kid hantu bukan?
Alex: Bisa dibilang begitu.
Kid: Yeah.

Alex, kamu suka sekali ngobrol panjang-panjang ya? Hanya penasaran.
Alex: Hahaha, iya tidak apa-apa. Aku tidak tahu kenapa suka begitu. Mungkin karena Miss Gilbert menciptakanku… Eh, tapi bukan aku saja, aku rasa. Tapi semua tokoh di The Ghost on My Couch semua tampaknya dibikin cerewet olehnya.

Oke, balik ke satu pertanyaan yang tadi, atau sebenarnya dua, Kid hantu, lalu bagaimana dia bisa hidup lagi sekarang?
Kid: Soal itu…
Alex: Biarkan pembaca sendiri membaca kisah kami.

Ya, aku rasa itu ide yang sangat baik. Menumbuhkan rasa lapar para Story Eater di luaran sana.

P.S. The Ghost on My Couch sejauh ini belum ada versi paperbacknya.

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html