Size 12 is not Fat by Meg Cabot

Size 12 is not Fat

Ukuran 12 Tidak Gemuk
Penulis: Meg Cabot
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2010
Tebal: 416 halaman
Seri: Heather Wells #1
Genre: Misteri - Crime Fiction - Romance - Komedi
Target: Adult (17 tahun ke atas)
Score: Delicious!

Paragraf pertama Size 12 is not Fat

: "Mm, halo. Apa ada orang di luar sana?" Suara gadis di kamar ganti sebelah itu seperti tupai. "Halo?"

Bila kalian melihat buku Size 12 is not Fat, dengan cover seperti yang terpampang di samping, di toko buku, apa yang melintas pertama di benak kalian?


Buku ini tentang fashion? Entah itu industri pembuatan baju, kisah perancang baju, atau bisa juga majalah fashion?

Buku ini tentang seseorang yang bajunya berukuran 12?

Buku ini tidak jauh-jauh dari topik pakaian dan ukuran dan massa tubuh?

Bila itu semua yang melintas di benak kalian, maka hanya satu dari pertanyaan di atas yang jawabannya ya; baju tokohnya berukuran 12. Sementara yang lainnya jawabannya tidak.

Oh ya, buku ini sama sekali bukan buku yang berhubungan dengan fashion atau kroni-kroninya. Tema utama buku ini adalah misteri pembunuhan.

Yoi. Kalian tidak salah baca. MISTERI PEMBUNUHAN.
"Karena ukuran dua belas itu ukuran rata-rata wanita Amerika," aku menegaskan kepadanya. Aku tahu karena baru membacanya di majalah People. "Apakah kau bermaksud mengatakan bahwa kalau dibandingkan dengan yang berukuran rata-rata, kami semua sebenarnya gemuk?"
Heather Wells adalah mantan penyanyi remaja yang namanya kini telah meredup. Seandainya ayahnya tidak terlibat kasus korupsi sehingga dia tidak mesti menginap di hotel prodeo selama beberapa tahun, atau seandainya ibunya tidak mencuri seluruh uang dan tabungannya untuk pergi ke negara lain, atau seandainya tunangannya tidak berpaling pada wanita lain, yang kebetulan merupakan bintang pop nomor satu terbaru Amerika, mungkin dia tidak perlu menjadi asisten direktur asrama--eh, maksudku, gedung tinggalmahasiswa di New York College.

Tapi setelah menjalaninya beberapa bulan, pekerjaan itu tidaklah buruk. Malah tampaknya Heather menyukainya. Kehidupannya yang sebelumnya berantakan mulai membaik. Hingga ... Gadis-gadis di asra--maksudnya gedung tinggal satu per satu mulai tewas dalam waktu yang berdekatan!

Penyebab kematian mereka diduga akibat kecelakaan ketika melakukan selancar lift. Tapi ... Benarkah?
Heather merasa ada yang janggal dengan kematian mereka. Tapi, seperti biasa, tak ada yang mempercayai kecurigaannya.

Setidaknya tidak bila ia tidak memiliki bukti apapun. Sebab dugaan dan kebiasaan saja tidaklah cukup untuk digunakan menjerat sang pelaku.
"Whoa," Chooper menyergah. "Tunggu sebentar, Non. Polisi ada di sana? Bukankah mereka penyelidik profesional?"
"Polisi hanya akan mengatakan hal yang sama mengenai kejadian sebelumnya," kataku. "Bahwa dia berselancar lift, dan terpeleset."
"Karena mungkin memang itulah yang terjadi, Heather."
"Tidak," aku menukas. "Tidak, kali ini tidak. Kali ini jelas tidak."
"Mengapa? Apakah korban terakhir ini anak baik-baik juga?"
"Aku tidak tahu," jawabku. "Tapi itu tidak lucu."
Mau tidak mau buku bercover imut ini sukses mengejutkanku. Padahal nih, aku sudah pernah membaca review buku ini dan aku tahu buku ini soal penelusuran kasus pembunuhan di asram--gedung tinggal mahasiswa, tapi buku ini tetap mengejutkanku. Mengejutkan karena bukunya melebihi ekspektasiku!

Misterinya? Diolah dengan sangat baik. Kendati pelaku utamanya mudah ditebak, apalagi ditambah sinopsis di belakang buku memberi petunjuk yang teramat gamblang, tidak membuat buku ini kehilangan pesonanya.
Protagonisnya? Benernya tipikal tokoh yang suka ikut campur dan menantang bahaya, tapi bagusnya Heather itu lovable sekali. Susah untuk tidak suka padanya. Ditambah lagi dia punya selera humor yang oke punya x))

Chemistry Heather dan love interest-nya pun juga keren bengot. Percakapan mereka, interaksi mereka, terasa alami. Meski Heather merasa love interest-nya tampaknya tidak memiliki rasa yang sama, aku merasa si love interest punya rasa yang sama. Dan aku juga tahu dia tahu perasaan Heather kepadanya. Hanya saja dia agak insecure. Apalagi mengingat mantan Heather sebelumnya adalah adiknya sendiri. Dan masa pacaran mereka bisa dibilang sangat lama.

Humornya? Masa masih perlu aku jabarkan? Jelas bikin tertawa terpingkal-pingkal x))

Jadi ...

Misteri pembunuhan, cek.

Protagonis tak nyebelin condong keren plus lutju, cek.

Love interest keren tapi masih manusiawi, cek.

Humor yang berjanji mengaduk perut kalian (karena mengocok terlalu ... Mainstream), cek.

Entah bagi yang lain ya, tapi bagiku, Size 12 is Not Fat adalah paket kumplit. Makanya aku tidak segan-segan mengganjarnya dengan lima bintang.
"Halooo," protesku. "Saat itu umurku lima belas tahun."
"Itu tidak penting," kata Cooper. "Karena dalam lima belas tahun ini, kau belum berubah. Kau masih merasa bertanggung jawab secara pribadi terhadap setiap orang yang kebetulan berhubungan denganmu, bahkan orang yang tidak kaukenal. Seakan-akan alasanmu berada di bumi ini untuk menjaga semua orang yang menghuninya."
"Itu tidak benar," sergahku. "Dan itu baru tiga belas tahun yang lalu."

2 comments:

  1. Rating yang WOW sekali. Saya belum baca buku ini dan jadi penasaran dengan ceritanya. Penulis Meg Cabot bukannya penulis roman ya? Kalau nggak salah begitu. Dan novel ini pasti punya rasa yang beda dengan fakta itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia menulis macam-macam, sob. Tapi seringnya memang comedy-romance.

      Ayo dibatja. Super recommended x))

      Hapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html