The Book Thief by Markus Zusak

Data Buku
Judul: The Book Thief
Penulis: Markus Zusak
Penerbit: Knopf Books for Young Readers
Jumlah halaman: 466
Genre: fiksi sejarah - fantasi (atau supernatural? Yang jelas fantasi ini bagian naratornya)
Target: 15 tahun ke atas.

Beberapa Fakta Mengenai Naratornya
1. Dia bosan melakukan rutinitasnya, pengen liburan, mengingat lamanya jam kerjanya, tapi dia tak bisa mengundurkan diri karena tak ada yang bisa menggantikannya.
2. Dia tak terlihat oleh mata manusia. Setidaknya ketika mereka, para manusia, masih hidup.
3. Kalian bisa memanggilnya Death.

Sececap The Book Thief
Timeline: Perang Dunia 2
The Book Thief itu adalah seorang gadis kecil bernama Liesel Meminger. Dia kehilangan saudara laki-lakinya dalam perjalanan ke rumah orangtua angkatnya, Hans dan Rosa Hubermann. Ibu kandungnya menitipkannya ke keluarga Hubermann demi keamanannya.

Tapi dia salah.

Sebab saat itu seluruh kawasan Jerman menjelma menjadi medan perang. Dan menjadi tempat yang amat sangat tidak nyaman bagi penduduknya, terutama orang-orang Yahudi (beserta keluarganya, keturunannya, dan orang-orang yang terang-terangan membela atau berteman dengan mereka), yang disiksa, diperlakukan tak adil, dan banyak hal mengerikan lainnya.

Sebab di ruang bawah tanah hunian Hubermanns ada seorang pemuda Yahudi.


Buku Curian [part 1]
Saat melakukan aksi pertamanya, The Book Thief masih berumur 9 tahun—yang segera akan menjadi 10 tahun. Uniknya saat itu dia belum bisa membaca sama sekali. Dia juga tak tahu buku yang dicurinya itu buku apa.

Tapi itu sama sekali tak penting baginya. Yang penting adalah arti buku curian itu.

Arti Buku Curian
1. Saat terakhir dia melihat saudara laki-lakinya
2. Saat terakhir dia melihat ibu kandungnya

Buku Curian [part 2]
Buku berkembang menjadi sesuatu yang sakral bagi The Book Thief. Bila buku pertama memiliki arti yang dalam, maka buku-buku selanjutnya memiliki arti lainnya yang tak kalah dahsyat, di tengah-tengah kondisi Jerman yang berantakan.

Pengalaman Pereview
Awal ketertarikan: mengetahui soal naratornya yang (katanya) malaikat pencabut nyawa.
Awal membaca: membuatku kesulitan. Gaya berceritanya berbeda dengan novel-novel yang selama ini aku lahap.
Awal kenikmatan (?) : setelah membaca review seorang teman. Terkadang, untuk memahami sesuatu kita perlu melihat sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Aku memutuskan untuk membaca ulang dari awal.
Hasilnya: Aku tertawa terbahak-bahak mengetahui betapa lucunya sang Death.
Merinding pertama: tepat ketika mengetahui arti buku curian (pertama)
Keterkejutan pertama: Death memberikan spoiler mengenai nasib tokoh-tokoh favoritku.
Air Mata pertama: Spoiler itu mewujud jadi nyata. Tapi ternyata efeknya jauh lebih besar dari yang aku perkirakan. Aku nangis selama satu part!
Menggapai ending: Tersenyum (silakan menafsirkan sendiri: tersenyum puas atau tersenyum miris.)

Note:
[1] Satu part berisi beberapa bab. Epik sekali bukan?!
[2] Mungkin karena saat itu aku juga sedang dilanda sedih (jangan menganggap ini sebuah curhatan atau pembelaan karena hal itu tidak benar.)

Cara Penyajian
Berbeda.
Aku mencoba menirunya pada review ini.

Bahasa Jerman
Tentu saja, betebaran sepanjang buku.
Secara tokohnya orang Jerman dan setting tempatnya, terlepas lokasinya fiktif atau tidak—kalau menurut review temanku kota kecil tempat tinggal The Book Thief hanya fiktif belaka, berada di Jerman.
Tapi tenang saja, ada terjemahannya kok. Tepat di sebelahnya. Tidak nyempil di bawah halaman. Atau ngumpul di halaman belakang.

Banyak Cinta di The Book Thief
Cinta secara universal.
Ada yang menyimpannya hingga terlambat mengungkapkannya.
Ada yang mengungkapkannya dengan marah-marah dan umpatan.
Ada cinta yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Termasuk cinta palsu pada sang penguasa demi keamanan.

Citarasa The Book Thief
Delicious = 5 of 5 stars.
Kisahnya oke banget.
Interaksi para tokohnya oke banget.
Penggambaran saat Jerman dipimpin oleh Hitler menghadirkan suasana yang mencekam, membuatku selalu cemas bagaimana nasib para tokohnya kalau sampai ketahuan atau ditangkap. Bagi beberapa orang Jerman, terutama orang-orang Yahudi, keluarga dan keturunannya, negara mereka menjelma menjadi dystopia!
Jelas penulis sangat berhasil menduplikasi suasana di Jerman ketika Perang Dunia 2 dan ketika orang-orang Yahudi dikumpulkan untuk....
Dan jangan lupa dengan naratornya yang sangat lucu. Humornya adalah salah satu unsur terpenting dalam buku ini.

Tidak Merasa Heran
Dengar-dengar The Book Thief akan diangkat ke layar lebar.

Ramalan
100 tahun dari sekarang, buku ini pasti masih dibaca. Jelas buku ini akan jadi novel klasik nantinya. Malahan sebenarnya sekarang, di Goodreads, sudah ada yang melabelinya sebagai novel klasik.

Kalimat Penutup dari Pereview
Aku jadi pengen baca ulang.

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | | | |

6 comments:

  1. maaf, apakah mas/mbaknya punya link untuk bisa mendownload novel ini dalam bahasa indonesia (saya sangat ingin membacanya) dan jadi bertambah ketika mas/mbak mempostingnya terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei sobat Junius, saya tidak punya link ebook The Book Thief dalam bahasa Indonesia. Mungkinkah ada orang yang melakukan itu? Secara buku ini belum dilirik juga oleh para penerbit untuk diterjemahkan.

      Hapus
  2. oh, jadi mas punya yang versi bahasa inggrisnya? apakah saya boleh meminta linknya? terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak semua buku bahasa Inggris itu ebook :))

      Kemarin saya nemu ada yang jual buku ini di toko buku bekas seharga 35k.

      Coba sobat Junius cari di Indowebster, harusnya sih ada.

      Hapus
  3. boleh minta saran dimana bisa beli buku ini ? yang bekas ataupun yang baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli online, kak. Di periplus atau opentrolley.

      Hapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html