Flipped by Wendelin Van Draanen

Flipped

Penulis: Wendelin Van Draanen
Penerbit: Orange Books
Tahun terbit: 2011 (cetakan kedua)
Tebal: XII + 262 halaman
Genre: Romance - Komedi
Target: Teen (13 tahun ke atas!)
Score: Delicious!

Kalimat pertama Flipped

: Aku cuma ingin Juli Baker pergi.

Flipped tak pernah benar-benar masuk ke dalam radarku sebelum aku menemukan bukunya di BBW Surabaya tahun lalu.

Jangan salah. Aku tahu soal Flipped. Tapi aku juga tahu buku ini sudah langka. Jadi aku tak pernah berpikir untuk mencari-carinya. Tapi semesta menginginkan aku bertemu dengannya. Dan butuh dua orang teman titip buku itu sebelum aku kemudian ikut-ikutan mengadopsinya.
Lagipula harganya amat terjangkau xD

Aku awalnya juga tak tahu kalau Flipped sudah difilmkan, kalau bukan karena tulisan "Sudah difilmkan" tercetak di sampulnya.

Dan yang membuatku makin menyesal lagi (atau tidak terlalu karena pada akhirnya aku berjodoh dengan buku ini), Flipped buku yang sangat bagus.

Amat sangat bagus.

Melebihi ekspektasiku.

Semua berawal dari sejak kami pindah rumah saat liburan musim panas sebelum aku masuk kelas dua SD. Sekarang kami sudah hampir lulus kelas delapan, bisa bayangkan? Itu berarti lebih dari separuh dekade aku menjalani strategi menghindar dan mengalami ketidaknyamanan sosial.
- Bryce.

Flipped punya dua tokoh utama, Bryce dan Juli.

Keduanya berbagi PoV. Bryce mendapatkan bab ganjil, Juli bab genap.

Mereka pertama kali bertemu ketika keluarga Bryce pindah rumah di depan rumah Juli.
Saat perjumpaan pertama itu, Bryce langsung tidak suka dengan Juli. Dia dekil, dia tidak punya sopan-santun, dan dia suka mengikuti Bryce kemana-mana, membuat Bryce risih. Berbeda dengan Juli. Semenjak melihat Bryce, dia tahu dia merasakan apa yang disebut dengan cinta pada pandangan Bryce. Matanya Bryce itu lho ... Indah sekali. Hanya dengan menatap matanya rasanya hati menjadi sejuk. Membuatnya merasa jungkir-balik.

Tapi kemudian terjadi serentetan kejadian.

Dan seperti judulnya, Flipped, jungkir balik, apa yang mereka berdua rasakan pada awalnya berubah.

Bryce jadi jatuh hati pada Juli.

Dan Juli jadi risih pada Bryce.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Sudah enam tahun lebih aku menyembunyikan perasaanku padanya, tapi waktu aku bertemu dengannya pertama kali, aku ingat betul, rasanya saat itu aku bisa mati kalau jauh darinya.
- Juli

Kisah dalam Flipped bisa dibilang amat sangat sederhana.

(Perasaan sering sekali aku bilang sebuah kisah dalam buku itu sederhana, yak? XD )

Tapi Flipped memang sederhana kok XD

Dua orang insan yang dipertemukan saat masih kanak-kanak. Satu langsung jatuh hati, satu lagi benci setengah mati.

Juli, dalam narasinya, yakin dia berhasil menutupi perasaannya. Tapi dia salah. Semua orang tahu dia suka Bryce. Semangatnya yang berkobar, semangatnya yang mudah menjalar, tindak tanduknya yang mencerahkan suasana di sekitar, membuatnya secara tak sadar sulit membungkam jati dirinya, kejujuran menguar dari setiap pori tubuhnya.

Justru Bryce lah yang pandai menyembunyikan perasaannya. Dia tahu dia benci Juli. Tapi sekaligus tak ingin melukai perasaannya sebab ... Yah, dia kan tetangga di depan rumah. Dia tak ingin hubungan keluarga yang saling berdekatan retak gara-gara dirinya.

Tapi, meski Juli pribadi yang menyenangkan, alasan Bryce sebenarnya masuk akal. Siapa sih yang suka dibuntuti kemanapun kita pergi? Sebaik apapun orang itu, apa kita tidak akan risih ketika kita ingin sendiri orang tersebut datang dan mengobrak-abrik saat kita ingin sendirian?
Selain alasan tersebut, Bryce juga tak terlalu impresif dengan kebiasaan Juli. Juli itu sudah remaja, tapi apaan-apaan coba, masa dia masih juga suka naik pohon? Dan yang lebih bikin ilfeel lagi, dia suka sekali memanggil namanya dari puncak pohon! Dan ketika sedang banyak orang pula!

Bikin malu saja!

Belum lagi dia selalu bau ayam. Hal itu dikarenakan Juli sayang sekali pada ayam-ayamnya. Dan tak pernah jijik untuk masuk ke kandang ayam dan berdekatan dengan ayam-ayam kesayangannya.
Siapa yang bisa tahan dekat-dekat seseorang berbau ayam?

Jangan salah mengerti dulu. Pohon itu memang jelek banget, bentuknya saja nggak jelas gitu. Dan gadis yang berargumentasi dengan pria-pria itu adalah Juli--perempuan paling menyebalkan, bossy, dan sok tahu. Tapi entah kenapa tiba-tiba perutku terasa aneh. Juli mencintai pohon itu. Memang terdengar bodoh, tapi dia benar-benar mencintai pohon itu. Menebang pohon itu sama dengan membunuh Juli.
Semua berusaha membujuknya. Termasuk aku. Tapi dia bilang dia akan tetap di sana, kemudian dia malah menyuruh kami semua naik. "Bryce, ayolah! Naik ke sini. Kalau kita semua naik, mereka nggak akan menebang pohonnya."
- Bryce.

Selain kedua tokoh utama kita, Julianna Baker dan Bryce Loski, yang memiliki keunikan-keunikannya masing-masing (atau terutama Juli), kekuatan utama buku ini ada pada, seperti yang bisa kalian tebak, cara bercerita penulisnya.

Cara dia bercerita sangat seru. Seolah-olah Bryce dan Juli sedang berbicara pada kita.
Atau mungkin ini karena efek penerjemahannya? Tapi tentu saja penerjemahannya sendiri mengikuti bahasa aslinya kan?

Terjemahannya agak terlalu gaul sebenarnya, mungkin disesuaikan dengan cara ngomong tokohnya yang masih remaja, agak kurang nyaman dibaca di beberapa bagian, tapi karena ceritanya seru, dan bikin berdebar-debar, padahal Flipped bukan buku action, kekurangan itu tak ada apa-apanya di mataku.

Aku nyaman-nyaman saja membacanya.

Aku butuh waktu dua harian saja untuk menamatkannya.
(catatan: dua hari ini bila dijumlahkan, sebenarnya kurang dari 24 jam xD )

Dan ini yang bikin aku bergetar (?) lagi: cara penulisnya bercerita entah bagaimana, ketika aku membaca buah karyanya, rasanya seperti membaca sebuah buku klasik.
Malahan aku, ketika belum mencaritahu kapan pertama kali buku ini diterbitkan (tahun 2001), sempat mengira Flipped ini memang buku klasik.

Tentu saja, Flipped sendiri belum masuk ke kategori tersebut, dan masih butuh waktu yang lama untuk itu. Tapi suasana yang dihadirkan oleh penulisnya, Wendelin van Draanen, atau kepiawaian tim redaksi dalam menerjemahkan dan menyuntingnya, entah bagaimana membuat karya ini terasa, menurutku, evergreen.

Tak akan lekang oleh waktu.

Atau mungkin itu hanya aku.

Atau mungkin kalian mesti membaca Flipped untuk membuktikannya sendiri.

Apalagi kebetulan saat ini sedang ada BBW di Tangerang. Siapa tahu di situ Flipped muncul lagi?

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html