Fantastic Mr. Fox by Roald Dahl

Fantastic Mr. Fox

Penulis: Roald Dahl
Penerbit:Puffin
Tahun terbit: 2007
Tebal: 100 halaman
Genre: Fantasi (fabel) - Komedi
Stew score: Sweet!
Target: Children (9 tahun ke atas!)

Sececap Fantastic Mr. Fox

Akibat aksinya yang suka mencuri makanan dari tiga peternakan milik Mr. Boggis, Mr. Bunce dan Mr. Bean, Mr. Fox dan keluarganya harus menghadapi balas dendam mereka yang brutal. Agar tidak tertembak dan terbunuh, otomatis Mr. Fox dan keluarganya terus bertahan di liang/rumah mereka. Tapi...

Tiga hari kemudian berlalu.

Dengan Mr. Fox dan seluruh keluarganya tetap di rumah, dan lubang ke luar liangnya dijaga ketat dengan senapan siap menghantam kepala atau tubuh mereka, sehingga tak ada yang berani keluar, lama-kelamaan tubuh mereka mulai lemah sebab tak ada satu makanan pun yang menghangatkan perut mereka.

Di sisa-sisa tenaganya, Mr. Fox yang luar biasa memiliki ide yang cemerlang. Atau sebenarnya bukan ide yang cemerlang, sebab apa yang disebutnya ide sebenarnya dimilikinya sejak lama.


Citarasa Fantastic Mr. Fox

Menurutku, buku ini agak sedikit berbeda dengan buku Roald Dahl lainnya. Absurd dan ajaibnya sih sama, tapi entah kenapa gaya bahasanya agak sedikit berbeda. Sedikit lebih serius, minim permainan kata dan minim humor. Kalau Roald Dahl tidak memasukkan "bagian dirinya" melalui gigi Mr. Bean, mungkin aku bakal mengira buku yang aku dapatkan ini merupakan bikinan fans.

Atau mungkin karena jumlah halamannya yang sedikit sehingga humornya juga sedikit?

Buku Fantastic Mr. Fox tampaknya menuai semacam kontroversi di kalangan pembaca Indonesia (dan mungkin dunia) mengenai adegan pencurian yang dilakukan Mr. Fox, anak-anaknya dan temannya: Apakah buku ini masih "aman" dibaca anak-anak?

Dari banyaknya review yang kubaca, mereka kebanyakan sepakat buku ini tidak aman dibaca anak-anak. Setidaknya tidak sebelum mereka duduk di bangku SMP alias ketika usia mereka menginjak remaja (teen).

Tapi aku bukan salah satunya.

Alasan yang mendasarinya: bila seandainya anak-anak meniru perbuatan itu, mereka akan berakhir seperti Mr. Fox, dikejar-kejar, dibenci, ada kemungkinan tersakiti dan terpaksa terus-terusan bersembunyi alias tidak bisa bebas keluar rumah. Percayalah, manusia (termasuk anak kecil) tidaklah suka dikurung dan tidak bisa leluasa bergerak.

Terlepas dari itu, Fantastic Mr. Fox tetaplah buku yang bagus. Banyak sekali pesan moral atau pesan yang menyuarakan kebenaran tersirat di dalam buku yang tipis ini. Berikut pesan-pesan yang berhasil dicecap oleh lidahku:
a. Perut adalah sumber dari segala hal, termasuk masalah.
b. Ketiga petani (atau peternak) gemuk merupakan simbol orang kaya (yang serakah), sementara Mr. Fox (dan keluarganya dan hewan-hewan lainnya) adalah simbol orang... kebalikan dari para petani, yang mesti berjuang untuk mendapatkan makanan. Singkatnya, adegan-adegan mereka itu merupakan potret kesenjangan sosial. Pencurian tak akan terjadi seandainya ketiga petani suka berbagi. Mr. Fox and gank tak mungkin terjepit di dalam tanah seandainya ketiga petani jahat itu tak mengerahkan nyaris seluruh sumber dayanya.
c. Memaafkan dan/atau melanjutkan hidup. Ketiga petani akan terus dihantui perasaan tak menyenangkan bila mereka tak melepaskan rasa marah mereka terhadap sang rubah.
d. Bersama-sama lebih baik daripada satu orang.
e. Kebahagiaan akan terasa jauh lebih nikmat bila kita membaginya dengan orang lain atau bersama orang yang kita kasihi
f. Terkadang kita butuh "masalah" untuk menyadari kemampuan kita atau menemukan sesuatu yang luar biasa
g. Tidak semua hal yang buruk itu buruk, dan sebaliknya
h. Yang lainnya sudah aku singgung sebelumnya.

Secara keseluruhan, Fantastic Mr. Fox buku yang lumayan: menghibur sekaligus sarat akan makna. Cuman satu yang bikin aku penasaran, kenapa Mr. Fox disebut (oleh banyak pereview Indonesia) sebagai serigala di buku versi terjemahan? Kenapa bukan rubah, yang merupakan terjemahan tepat dari fox? Aku tidak menemukan satu kata wolf atau yang mengindikasikan Mr. Fox sebagai serigala di buku digital bahasa Inggris ini. Atau jangan-jangan buku yang kudapatkan ini versi abridge? Tapi masa sih buku anak-anak ada yang versi abridge?

Oh ya, bagi yang belum tahu, Fantastic Mr. Fox ini sudah difilmkan lho. Aku sendiri baru tahu kemarin saat hendak membaca buku ini. Penasaran seperti apa filmnya? Yuk mari sama-sama menonton trailernya:

Kalau dilihat dari trailernya (tentu saja aku belum nonton filmnya, heheh), tampaknya filmnya jauh lebih dramatis dan jauh lebih panjang secara durasi kisah. Tapi, tak ada yang salah dengan itu Trailernya bisa dibilang seru juga. 
Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | | | read big

12 comments:

  1. Sepakat! Bagi saya buku ini layak dibaca anak-anak ^^

    BalasHapus
  2. Hihihi kayanya emang hampir semua buku anak karangan Dahl justru belum pantas dibaca sama anak2 ya XD aku belum baca nih si Mr Fox. penasaran juga sama filmnya :)

    BalasHapus
  3. >> Ananta
    *toss* :))

    >> Astrid
    Hahah, penuh kata-kata kasar dan kekerasan ya bukunya Roald Dahl :))

    BalasHapus
  4. udah punya buku dan DVD nya, tapi dua2nya belum disentuh :D
    tapi setuju deh. buku2nya Dahl emang banyak kata2 kasarnya. kalo dibaca anak-anak kira-kira gimana ya. di rakku aja ini buku2nya Dahl belum berani kukasih ke usia anak-anak kalo pas ada ponakan pada datang, takut salah tangkep isi bukunya ntar

    BalasHapus
  5. Buku2 semacam ini bikin aku pngn belajar (lagi) bagaimana pola pikir anak2, sepertinya sudah banyak kulupakan :|

    BalasHapus
  6. >> Evyta
    Mungkin memang perlu bimbingan orangtua ya buku ini, kalau anak-anak sampai salah tangkap. Hal ini memang jadi perdebatan juga ya, apalagi tidak sedikit orangtua yang menganggap pikiran anaknya itu tidak bisa menerima fakta dengan baik. Padahal di lingkungan sekolah... yah, sedikit contohnya ada di buku Wonders karangan R.J. Palacio.

    >> Bzee
    iya, bener kak. Bikin pengen belajar dan, kadang, juga bikin merenung seperti apa masa kecil kita. Kalau menurut standar saya, dan ditambah pemikiran saya saat kecil, bisa dibilang apa yang ada di buku-buku Roald Dahl masih terbilang biasa saja dibanding lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  7. aku belum baca nih... x)

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com/2014/01/30/review-the-frog-princess/

    BalasHapus
  8. Ayo kak, buruan baca. Lumayan lucu lho :D

    BalasHapus
  9. Buku ini segmennya buku anak kan? Kok dimasukkan ke Young Adult RC? ==a

    BalasHapus
  10. oh iya, maaf lupa. Bisa kamu hapus, Tam ._.7

    BalasHapus
  11. Hehe... gpp kok. Ntar aku hapus ya :D

    BalasHapus
  12. Oke deh (y) Maaf merepotkan :(

    BalasHapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html