The Demon’s Lexicon [Sarah Rees Brennan]

Icip-icip The Demon’s Lexicon

Kakak-beradik Ryves, Alan dan Nick, harus terus-menerus berpindah rumah demi melindungi ibu mereka, Olivia, dari kejaran mantan suaminya, pemimpin lingkaran penyihir yang jahat, Black Arthur.

Kehadiran dua bersaudara, Mae (cewek pemberontak yang berpenampilan lumayan aneh tapi sayang banget dengan adiknya) dan Jamie (cowok pendiam yang didatangi oleh iblis dan memiliki tanda iblis level 3), menambah masalah bagi Nick dan Alan. Alan yang memang berhati baik dengan senang hati menolong mereka menghapus tanda iblis di tubuh Jamie. Nick menganggap mereka sebagai pengganggu. Nick menyalahkan Mae dan Jamie sebagai penyebab Alan mendapat tanda iblis level 1. Hidup mereka cukup sulit: lari dari kejaran, kesehatan mental ibunya yang kurang baik–dia sangat membenci Nick, dia selalu menolak disentuh oleh Nick.

Masalah bertambah ketika iblis yang diminta bantuan menghapus tanda iblis tidak bisa menghapusnya. Tapi dia bisa memindahkan satu level tanda iblis di tubuh Jamie ke tubuh Alan. Alan menerima kesempatan itu, meski Nick tidak setuju. Membuatnya makin benci dengan Mae dan Jamie.

Tapi hal itu membuat mereka mengubah cara berpikir. Dari yang semula lari menghindari lingkaran penyihir Black Arthur, berubah menjadi membuat rencana penyerangan. Perlu kalian tahu, untuk menghilangkan tanda iblis, tanda itu hanya bisa dihapus dengan darah penyihir.

Berhasilkah mereka menjalankan rencana penyerangan?

Setelah mengunyah The Demon’s Lexicon

Kesan pertama saat memegang buku ini adalah… Dimana sinopsisnya?

Tidak ada salahnya sih menampilkan komentar dan pujian (memenuhi cover belakang), tapi aku merasa “kurang” tanpa mengetahui sedikit mengenai isi buku yang akan aku baca.

Cover The Demon’s Lexicon bagiku lumayan. Mungkin cewek-cewek bakal suka, wajah tampan Michael Frost (entah siapa dia, haha) menghiasi 3/4 bagian cover depan.

Bab 1 The Demon’s Lexicon kurang berkesan bagiku. Entahlah, rasanya adegan itu seolah… Kurang pas. Tapi bab 2 lumayan, bab 3 dan bab selanjutnya lebih baik lagi. Apalagi endingnya. Ya, bab-bab di belakang merupakan kekuatan dari novel ini.

Karakter Alan, menurutku, seakan-akan dipaksakan sebagai lovable person. Mungkin dia karakter yang paling disukai penulisnya. Tapi sumpah, aku nggak berkesan dengan kebaikannya (kecuali di bab-bab terakhir). Malah aku lebih suka dengan Mae dan Jamie yang “alami” dengan karakter mereka yang unik.

The Demon’s Lexicon sangat minim typo. Tapi aku kurang bisa mengerti, kenapa menggunakan kata “menghela” sebagai kata lain “menarik”? Bingung ya? Hahah. Jadi gini, aku kurang terbiasa dengan kata menghela. Biasanya menghela digunakan untuk napas atau udara. Tapi di The Demon’s Lexicon, menghela disini digunakan seperti kata menarik, seperti misalnya pada kalimat menghela tangan.

Endingnya, sumpah surprise banget. Gambaranku mengenai endingnya meleset jauh. Dan membuatku penasaran dengan sekuel dari kisah dua bersaudara itu. Pas liat di goodreads sih, buku ini dibikin dalam trilogi. Dan pas liat di Goodreads, kok nama penulisnya salah ya, yang harusnya Rees tapi tertulis Ress di covernya.

The Demon’s Lexicon memaksaku harus menorehkan tiga tanda mangkuk semur di dinding (?)

Judul: The Demon’s Lexicon
Penulis: Sarah Ress Brennan
Penerbit: Ufuk Press
Tebal: 360 halaman
Stew Score: 3 of 5 bowls

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html