Fangirl by Rainbow Rowell

Fangirl

Penulis: Rainbow Rowell
Penerbit: Spring
Tahun terbit: 2013
Tebal: 456 halaman
Genre: Realistic fiction - Romance - Contemporary
Target: Young adult (16 tahun ke atas)
Score: Almost Delicious!!

Kalimat pertama Fangirl

: Ada cowok di dalam kamarnya.

Fangirl merupakan buku kedua Rainbow Rowell yang kubaca setelah Eleanor and Park.

Dan kalau boleh membandingkan keduanya, aku lebih suka Fangirl dibanding Eleanor and Park.

Sebelum aku membaca buku ini, beberapa teman sempat mengatakan bab-bab awal Fangirl adalah bab yang penuh tantangan: membosankan dan lain-lain. Malahan ada yang bilang seluruh bukunya membosankan! Namun, bagiku sendiri tidak. Aku sama sekali tidak merasa Fangirl buku yang membosankan. Malahan aku merasa bukunya kurang tebal!


Iya, 450-an halaman itu terlalu sedikit buatku. Aku masih ingin membaca kisah Cath dan Levi dan orang-orang di sekitar mereka.

"Pastinya," kata Wren, "kau tahu bagaimana rasanya cinta. Aku sudah membaca kau menggambarkannya dengan seribu cara yang berbeda."
Cath meringis. "Itu berbeda. Itu fantasi. Itu ... Simon mengulurkan tangannya pada Baz, dan nama Baz terasa seperti kata sihir di mulutnya."

Sebenarnya bercerita soal apa sih Fangirl ini? Dari judulnya sendiri sudah mengatakan bahwa ini adalah cerita dari seorang fangirl. Cath dan kembarannya, Wren, adalah penggemar novel serial Simon Snow (serial ini hanya ada di semesta mereka), sebuah saga tentang bocah penyihir yang ditakdirkan melakukan petualangan-petualangan besar. Mereka besar dan tumbuh dengan novel saga tersebut. Jadi tidaklah mengherankan bila kemudian mereka berdua menulis banyak fanfiksi tentang Simon Snow.

Malahan nih, Cath terkenal sekali di internet dengan fanfiksi-nya yang berjudul Carry On! (oh yeah, di dunia nyata novel ini sudah beredar).

Ayah yang baik. Saudari kembar terkeren sedunia. Namanya dielu-elukan oleh banyak orang di dunia. Sungguh, tak ada lagi yang diinginkan Cath. Semuanya terasa pas. Indah. Sempurna.

Namun, semuanya berubah ketika dia dan Wren menginjakkan kaki di universitas. Hanya Cath yang masih aktif menulis. Wren sudah berhenti. Malahan dia tak mau bicara soal Simon Snow lagi! Itu adalah bagian dari masa kecil mereka, kurang lebih begitulah yang selalu diucapkannya pada Cath. Tapi bukan itu yang membuat Cath sangat terkejut (dan benar-benar ... sakit hati), tapi karena keputusan Wren yang tak ingin mereka selalu bersama-sama terus.

Sejak dulu, Cath dan Wren yang merupakan saudari kembar bak perangko dan surat, tak terpisahkan. Dimana ada Cath, di situ pasti ada Wren. Atau sebaliknya. Keputusan Wren yang mendadak itu ... Rasanya sama seperti Wren mencampakkannya. Rasanya seperti Wren bosan dengan Cath!

Dan seolah itu belum cukup buruk, dia harus menghadapi teman sekamarnya yang super eksentrik yang sering membawa pacarnya ke kamar mereka, teman kuliah yang tampaknya memanfaatkan dirinya, dan profesor penulisan yang punya pendapat berbeda mengenai fanfiksi.

Belum lagi ayahnya yang memiliki emosi yang tak stabil. Ayahnya orang yang baik, jangan salah. Dia bukan ayah yang pemarah atau pemaksa atau apapun yang menyebabkan kedua putrinya membencinya. Dia lebih sering membuat khawatir kedua putrinya, malah. Dia hanya ... Mudah depresi. Dan bila tak diawasi, dia kadang tak terlalu perhatian dengan kesehatannya sendiri.

"Ya," kata Profesor Piper. "Penting. Kalau kau diminta untuk menulis sesuatu yang orisinal, kau tidak bisa begitu saja mencuri cerita orang lain dan menyusun kembali karakter-karakternya."
"Ini bukan mencuri."
"Kau menyebutnya apa?"
"Meminjam."

Mau nulis apa lagi? Pokoknya aku sangat sangat sangat menikmati membaca Fangirl ini. Tidak heran Fangirl ini begitu sering dibicarakan oleh para pembaca di seluruh dunia. Bahkan sampai-sampai buku ini, belum juga merayakan ulang tahunnya yang ke-10, sudah mempunyai edisi khusus kolektor!

(Yang tentu saja edisi itu dicetak dalam bahasa aseli).

Oh ya, ada yang sedikit menganggu kenikmatan membacaku. Chapter-chapter nukilan (?) dari beberapa buku (?) Simon Snow Saga dan fanfiksi Cath, Carry On.

Untuk Simon Snow saga, aku heran seheran-herannya. Ceritanya, untuk standarku, sangat absurd. Bukan karena ceritanya gabungin teknologi masa kini dengan sihir (ada laptop di sekolah sihir!), tapi karena ceritanya agak sulit dipercaya.

Lalu Carry On. Ini merupakan fanfiksi dari Simon Snow saga. Dan aku sempat penasaran dengan cerita ini karena adanya aura Harry Potter di dalam cerita. Kisahnya sama absurdnya, tapi dengan karakter Simon yang kurang loveable. Jadinya alih-alih makin penasaran, aku lebih pengen ngejitak si Simon dan berpikir ulang untuk membaca Carry On yang covernya oenjoe itu.

Tapi terlepas dari hal-hal itu, Fangirl karya yang keren mahadewa. Aku suka Cath. Aku juga suka Levi. Aku suka interaksi dan chemistry di antara mereka berdua. Yang intinya, aku suka sekali dengan Fangirl dan sangat merekomendasikan pada semua orang.

Plotnya mungkin biasa saja, tapi development karakternya ... Beuh! Juara! Tampaknya inilah yang merupakan ciri khas Rainbow Rowell. Di Eleanor and Park, Rainbow menciptakan kedua tokohnya memiliki fisik yang tak biasa. Di Fangirl, Rainbow memberikan fisik yang oke-oke saja pada karakternya tapi tetap dengan keunikannya masing-masing. Terutama keunikan karakter Levi yang tak biasa: Dia suka dengan cerita-cerita, tapi dia punya masalah membaca. Dia bisa membaca tapi ... Untuk jelasnya kalian baca sendiri penjelasan Rainbow Rowell yang lebih baik. Pokoknya, Levi pasti bersyukur dia hidup di zaman buku tidak hanya dibuat dalam edisi cetak, tapi juga bentuk lain.

Jadi, tunggu apalagi, kalau kalian suka novel-novel contemporary, atau romansa yang karakternya masuk akal, tak bertabur kalimat-kalimat klise, dan tentu saja tak menye, atau simply kepengen mencoba sesuatu yang baru, atau membuktikan apakah hype itu benar, segera baca Fangirl! :))

P. S. Sayang sekali ketika aku membuka segel plastik salah satu buku favoritku tahun ini, iya Fangirl, aku tidak menemukan pembatas bukunya yang cantik. Padahal aku sudak menanti akan memfotonya dan mengunggahnya ke Instagramku xD Tapi tak apa. Hal ini tidak mengurangi kenikmatanku membaca Fangirl :3

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
Romance RC
Kategori: School's Day #2

YA RC | |

2 comments:

  1. hah? ngga dapet pembatas buku? :O kok bisa? Puk puk (^-^)/(._.)

    nice review btw :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah dari sononya tampaknya. Mungkin pas disegel tanpa sengaja bookmark-nya jatoh .__.

      Thanks :D/

      Hapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html