The Alchemist [Paulo Coelho]

Icip-icip The Alchemist

Seorang bocah penggembala domba bernama Santiago tiba-tiba mendapat mimpi teraneh. Dia kemudian mendatangi wanita peramal yang tahu apa arti mimpi anehnya tersebut: dia akan menemukan harta karun jika pergi ke Piramida di Mesir.

Santiago jelas bingung. Bagaimana dia pergi ke Mesir dengan domba-dombanya yang jumlahnya banyak? Di tengah-tengah kebingungannya, dia bertemu seorang Raja. Dia mau membantu, tapi dengan syarat, Santiago mau menyerahkan sebagian dombanya. Santiago menerima syaratnya. Sebagai gantinya, Raja itu memberinya dua batu yang akan mengingatkannya akan misinya mencari harta karun dan sebuah petuah, yang kurang lebih berbunyi: Berusahalah mewujudkan mimpimu, maka jagat raya akan bersatu padu membantumu.

Akankah Santiago berhasil mencapai Piramida? Ataukah rintangan-rintangan yang menghadangnya berhasil membuatnya goyah dan melupakan mimpinya?

Setelah mengunyah The Alchemist

Kesan pertama saat membaca buku ini adalah ini adalah buku paling sederhana dan sangat menginspirasi yang pernah aku baca.

Bab pertamanya, meski aku rasa kurang ada hubungannya dengan kisahnya si Santiago (atau aku yang kurang bisa menangkap apa yang tersirat di dalam sepenggal kisah antara Narsissus dan danau tempatnya bercermin), tapi kisah itu cukup mengejutkan bagiku.

Buku The Alchemist ini bisa dibilang nggak bertele-tele. Minim diksi dan langsung ke pokok masalah. Tapi pesan yang dibawanya sangat dalam. Dan memang benar, dalam perjalanannya Santiago “dibantu” oleh jagat raya. Kemalangan sering menimpanya, tapi apa artinya perjuangan bila tak ada batu sandungan? Sangat mustahil jalan menuju puncak tidak terjal ;) 

Jujur saja, saat aku membaca buku ini, aku seolah dibawa ke masa lalu. Dimana aku percaya apa yang terjadi di sekitarku adalah “jawaban” dari pertanyaanku pada Sang Pencipta. Beberapa orang menganggapku terlalu serius pada hal-hal sepele. Aku rasa mereka harus membaca The Alchemist. Mereka akan tahu apa yang aku percayai sebagai “jawaban dariNYA” disebut sebagai pertanda.

Oia, bukan sejenis pertanda seperti yang ada di film-film Final Destination ya, hehe.

Awalnya, aku mengira buku ini akan menceritakan tentang petualangan Santiago saja mencari hartanya, tapi ternyata tidak. Mr Coelho tidak meninggalkan unsur utama dalam kehidupan manusia: Cinta. Ya, ada kisah cinta antara Santiago dan seorang wanita padang pasir bernama Fatima.

Secara ending, well, sangat mengejutkan! Dan membuatku teringat akan pepatah lama, sesuatu yang kita kejar sebenarnya tepat berada di depan mata. Begitu dekatnya tapi harus melalui jalan berputar untuk menyadarinya. Aku juga tahu kenapa jalan berputar itu diperlukan. Jalan berputar itu berfungsi untuk menyiapkan kita.

Nah, lho, malah lebih banyak perenungan pribadi ketimbang reviewnya, haha.

Selain seorang raja dan wanita peramal, juga Fatima, masih banyak tokoh unik yang terlibat di dalamnya. Penjual Kristal yang bermimpi ke Mekkah tapi tak ingin pergi kesana (coba tebak apa alasannya?). Seorang pemuda terpelajar yang mencari The Alchemist, tapi saat menemukannya, dia malah diusir oleh The Alchemist. Dan The Alchemist sendiri yang… Misterius.

Bagi penggemar kisah fantasy, The Alchemist juga memberi suguhan hal-hal fantastis.

Kisah sederhana namun inspiratif ini membuatku harus memberikan lima mangkuk semur!

Judul: The Alchemist
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 216 halaman
Stew Score: 5 of 5 bowls

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html