Penyihir di Sebelah Rumah

Penyihir di Sebelah Rumah

Penulis: Keith McGowan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 192 halaman
Genre: fantasi, retelling fairy tales
Judul asli: The Witch's Guide to Cooking with Children
Stew score: Yummy!

Hansel dan Gretel. Salah satu dongeng anak-anak terkenal dan telah sering diadaptasi ke layar lebar dan tidak sedikit "penggemarnya" membuat versi baru dari kisah yang melibatkan dua kakak adik dan seorang penyihir jahat. Salah satunya adalah buku ini...

Penyihir di Sebelah Rumah

... atau...

The Witch's Guide to Cook With Children.

Buku ini mengadaptasi dongeng Hansel dan Gretel versi Grimm Bersaudara yang terkenal suram. Kenapa suram? Sebab tak ada happy ending di dalamnya. Nah, apakah di buku ini...

Penyihir di Sebelah Rumah

... Endingnya berakhir indah atau sama suramnya dengan milik Grimm Bersaudara?


Di sini sudah ada kakak-beradik Blink, Sol dan Connie. Well, bagaimana kabar kalian?
Sol: Kontras dengan cuaca diluar yang mendung. Kami berdua... aku rasa baik.
Connie: Tidak baik. Kami dikejar-kejar penyihir jahat!
Sol: (geleng-geleng kepala)

Kenapa kamu menggelengkan kepala, Sol?
Sol: Aku merasa ucapan Connie sia-sia. Anda pasti tidak percaya dengan ucapan anak kecil seperti kami.

Banyak kok orang dewasa yang menganggap ucapan anak kecil serius.
Connie: Salah satunya Anda?

Ya. Eh, lebih tepatnya, tergantung. Kadang aku juga tidak percaya dengan omongan anak kecil. Tapi sekarang bukan aku yang kita bicarakan, tapi kalian. Kisah kalian bersama penyihir yang mengejar-ngejar kalian.
Sol: Namanya Fay Holaderry. Dia tetangga kami. Dia juga orang pertama yang menyambut kedatangan kami di kota kecil, tempat tinggal baru kami.
Connie: Dia punya anjing yang lucu dan ramah bernama Swift.
Sol: Setelah pertemuan pertama kami, aku dan Connie merasa ada yang aneh dengannya. Aku juga penasaran dengan tulang yang dibawa Swift. Tampaknya seperti tulang... Manusia. Tapi aku tidak yakin.
Connie: Aku tidak bisa membaca apa-apa dari mata Holaderry.
Sol: Connie pandai membaca orang melalui matanya.
Connie: Dan Sol yang selalu penasaran, sepulang dari kami bermain, mencaritahu tentang Holaderry di perpustakaan.

Dan apa yang kalian temukan?
Connie: Aku tidak ikut mencaritahu.
Sol: Aku tahu tulang yang dibawa Swift itu tulang manusia.

Lalu bagaimana kalian tahu Fay Holaderry penyihir?
Sol: Kami menyelinap ke dalam rumahnya.
Connie: Rumah yang aneh. Ruang tamunya saja kayak taman.
Sol: Untung anjingnya, Swift, ramah pada kami. Jadi kami bisa memeriksa tiap sudut rumahnya dengan leluasa.
Connie: Sayangnya Holaderry keburu pulang ketika kami memeriksa lantai dua rumahnya.
Sol: Kami cepat-cepat melarikan diri. Tapi dia tahu. Dia melihatku di halamannya.

Dia menyihirmu?
Sol: Tidak.

Tapi lalu bagaimana kalian tahu dia penyihir?
Sol: Kami mencuri buku hariannya.

Apa saja isi buku hariannya?
Sol: (saling berpandangan dengan Connie) aku kutipkan dua kalimat dari buku itu, "Aku suka sekali anak kecil. Suka memakannya, maksudku."

Wow, itu sungguh...
Connie: Mengerikan, ya.

Bagaimana perasaan kalian saat tahu hal itu?
Connie: Sol tahu apa yang mesti dilakukan. Dia anak yang sangat cerdas.
Sol: Tapi saat itu pikiranku sedang berkabut dan Connie memberiku kata-kata penyemangat sederhana.

Apa kata-kata penyemangat itu, kalau aku boleh tahu?
Sol: Jangan menyerah.
Connie: Kami mendapatkannya dari seorang wanita yang menyayangi makhluk besar dan kecil.

Wanita yang menyayangi makhluk... Siapa dia? Oke, nanti saja aku tanyakan hal itu. Lalu apa yang kalian lakukan selanjutnya, Holaderry pasti tahu kalian mengambil buku hariannya.
Sol: Secara logika, hanya satu yang bisa kami lakukan. Menangkapnya duluan, sebelum dia yang menangkap kami.

Wow, kalian... Bukan anak-anak biasa. Maksudku, Sol cerdas dan Connie...
Sol: licik.
Connie: aku lebih suka disebut cerdik.

Oke, Sol cerdas dan Connie cerdik. Apakah kalian berhasil menangkap penyihir itu?
Connie: Tidak.
Sol: Dia punya banyak kaki-tangan. Lebih banyak dari yang Anda bayangkan.

Lalu bagaimana kisah kalian berakhir?
Sol: (lagi-lagi saling berpandangan dengan Connie) Kami berdua merasa kisah kami belum berakhir.

Satu pertanyaan lagi sebelum kalian pulang, apakah kalian tidak curiga kedua orang tua kalian--
Connie: Ibu tiri.

--ya, ibu tiri. Apakah kalian tidak curiga ayah dan ibu tiri kalian mengajak pindah ke kota kecil itu sebenarnya bermaksud menyerahkan kalian ke si penyihir?
Sol: Kami tidak tahu dan belum bisa memastikan hal itu. Tapi aku tahu cukup banyak hal.

Terima kasih Solomon dan Constance Blink atas kehadiran kalian di Story Eater Tales. Kita mungkin akan bertemu lagi saat kisah kalian yang selanjutnya telah muncul di toko buku.

Sekali lagi, Sol dan Connie, bintang utama dari...

Penyihir di Sebelah Rumah atau The Witch's Giuide To Cooking With Children.

Target pembaca: Children. 6 tahun ke atas. Bahasa mudah dipahami. Konfliknya nggak rumit. Tidak ada adegan yang masuk kategori sangat mengerikan. Sifat para tokohnya yang bisa ditiru oleh anak-anak juga bagus untuk mengajari anak-anak jadi mau belajar sehingga bisa sepintar Sol atau secerdik Connie, supaya bisa selamat dari niatan jahat orang di sekitar mereka.

P. S.
[1] Buku Penyihir di Sebelah Rumah ini dilengkapi dengan ilustrasi keren buatan Yoko Tanaka.

[2] Jangan mempertanyakan gambar kucing di cover depan.

[3] Aku suka sekali font yang digunakan pada bagian isi buku harian penyihir. Aku sempat mengira font itu digunakan pada seluruh buku.

[4] Kalimat yang dikutip oleh Sol dari buku harian itu adalah kalimat pembuku buku Penyihir di Sebelah Rumah (The Witch's Guide To Cooking with Children) ini.

[5] Thank to sobatku Sholkan yang udah meminjamiku buku keren ini.

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
|


3 comments:

  1. saya punya bukunya.Dan sudah selesai membacanya.Saya suka ulasan anda tentang buku ini. Tapi, saya usulkan untuk memasang potret Holaderry di sini.

    BalasHapus
  2. waduh, maaf, saya tidak bisa memasang gambar sembarangan ._.

    BalasHapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html