Friday's Recommendation [15]

Sudah lama juga aku tidak ikut book-meme satu ini. Keabsenanku awalnya dikarenakan, erm, belum nemu buku yang cocok untuk direkomendasikan. Lalu lama-lama karena telah terbiasa tak berpartisipasi, walau aku sudah nemu buku yang oke dan dibelakangnya diikuti kata banget, aku tetap pada kebiasaan itu.

Lalu, apa yang bikin aku keluar pada kebiasaan itu? Hnn, aku sendiri tidak tahu. Mungkin untuk memancing agar aku kembali aktif menulis review. Hutang reviewku menumpuk banyak sekali. Ah, andai teknologi di film Her sudah dibikin massal dan dipasarkan...

Anyway, penasaran buku apa yang hendak aku rekomendasikan? Tapi sebelum itu, aku ingin bilang... Karena ini edisi spesial come back maka bukan hanya satu buku yang hendak aku rekomendasikan, tapi empat! Dan inilah mereka...


The Graveyard Book by Neil Gaiman

Genre: Fantasi - Bildungromans
Status: Diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama

Alasan merekomendasikan:
Siapa yang tidak tahu Neil Gaiman? Penulis fantasi berdarah Inggris ini sudah melahirkan (?) banyak sekali karya-karya yang ajib. Tapi aku baru mengidolakannya dan memasukkan (hampir) semua bukunya dalam daftar harapan setelah membaca The Graveyard Book ini.

The Graveyard Book lewat premisnya, di mana seorang bocah dibesarkan dan dirawat oleh penghuni permakaman, sangat menantang logika. Maksudku, bagaimana hantu akan melakukannya? Mereka transparan dan bagaimana mereka akan memberi makan si bocah? Belum lagi di permakaman biasanya tidak ada penerangan sama sekali, bagaimana mata si bocah yang hidup melihat dalam kegelapan saat malam tiba? Tidak mungkin dong mengandalkan bulan. Ditambah lagi bulan tak muncul setiap hari, dan tiap muncul tak selalu purnama.

Yang tidak aku sangka-sangka adalah bahwa buku ini memberi rasa hangat ketika aku membacanya. Percayalah, walau di premisnya terasa menyeramkan, walau judulnya bikin gemeteran, buku ini memiliki banyak cinta di dalamnya. Bukan jenis cinta pada topik tertentu. Tapi cinta secara universal :')


A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini

Genre: Bildungromans - Fiksi sejarah - Realistic Fiction - Asian Literature
Status: Diterjemahkan oleh Qanita

Alasan merekomendasikan:
Buku ini jauh lebih kelam dari The Graveyard Book, walau judulnya terkesan menghangatkan. Dengan mengambil setting Afghanistan di banyak zaman pemerintahan, penulis (tampaknya) ingin menunjukkan kondisi apa adanya negara asalnya pada dunia. Seperti saat diduduki Uni Soviet, laki-laki dan perempuan punya kedudukan yang sama dan tak ada aturan berpakaian. Saat perang saudara. Saat Taliban tiba dan membuat banyak aturan yang kontra-perempuan, dst.

Karena ini novel dan bukan buku nonfiksi, tentu ada tokoh fiktif yang disorot. Tokoh utama dalam buku ini ada dua, dan keduanya adalah wanita: Mariam, yang selalu merasa kekurangan cinta, dan Laila, yang kehilangan cinta. Dua sosok wanita berbeda generasi tanpa ikatan darah yang berjuang mati-matian untuk hidup ditengah-tengah banyak hal yang tidak berpihak pada mereka.

Walau begitu, walau mereka didera banyak sekali kepahitan, mereka tidak patah semangat, karena ada ribuan mentari surga yang siap memeluk mereka.

Bila kalian bertanya, apakah ini buku drama? Ya, bisa dibilang begitu.

Bila kalian mengatakan, kok kayaknya bakal nyinetron, yak? Tenang, tidak sampai nyinetron kok. Para tokohnya sikapnya persis seperti orang di dunia nyata. Di mana bila mendapat penganiayaan, tentu saja, marah dan jengkel.

Aku tak pernah tertarik pada Afghanistan, sebab, ya di media sering dikabarkan di negara itu sering terjadi perang. Tapi aku tidak tahu bahwa kondisinya jauh lebih parah, terutama yang bikin aku tidak percaya adalah perlakuan pemerintahnya sendiri tidak pro pada rakyatnya. Terutama Taliban yang tidak pro pada wanita, entah kenapa. Apakah mereka lupa kalau laki-laki dilahirkan oleh siapa?

Buku yang bagus dan sangat aku rekomendasikan. Dijamin bakal mengaduk-aduk emosi! Dan mungkin, mungkin sekali, setelah baca buku ini, kalian bakal jadi pribadi yang baru yang lebih baik.

A Tree Grows in Brooklyn by Betty Smith
Genre: Bildungromans - klasik - Drama Keluarga - Romance - America Literature
Status: Diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama

Alasan merekomendasikan:
Bila kalian suka The Help, maka kalian suka dengan A Tree Grows in Brooklyn.

Kisah yang ditawarkannya sederhana saja, mengenai kehidupan sebuah keluarga keturunan imigran Austria dan Irlandia yang lahir dan besar di Brooklyn, New York. Keluarga Nolan. Si Ibu jadi tulang punggung keluarga. Si Ayah, baik dan tampan tapi tak bisa melakukan apa-apa dengan baik kecuali bernyanyi. Francie, sang tokoh utama, yang haus akan ilmu dan hobi membaca. Neeley, adik laki-laki Francie, yang kalau dewasa tak mau mengadaptasi kebiasaan buruk ayahnya untuk lari dari kenyataan: minum-minum.

Hal unik dari Johny, alias si Ayah, walau dia suka sekali minum, dia tidak pernah berbuat kasar pada keluarga. Dia sangat mencintai keluarganya, walau dia sendiri tak tahan dengan tekanan dunia. Dan minuman dapat membantunya lari sejenak.

Kisah dalam A Tree Grows in Brooklyn memang sederhana. Saking sederhananya terasa begitu dekat dengan kehidupan kita. Sebuah kisah keluarga yang mengajarkan bahwa kehidupan, sekeras apapun itu, harus dihadapi.

Winger by Andrew Smith

Genre: Realistic Fiction - Humour - Young Adult - (Boarding) School Fiction - Interpersonal Fiction - Sport Fiction
Status: Belum diterjemahkan

Alasan merekomendasikan:
Sama seperti A Tree Grows in Brooklyn, Winger juga berkisah mengenai keseharian. Namun, bila A Tree Grows in Brooklyn menggunakan setting waktu 1900-an, Winger dengan setting waktu zaman sekarang.

Saat awal membaca buku ini, aku hanya berekspektasi bakal terbahak-bahak membaca buku ini. Dan aku tak dikecewakan. Walau belum selucu Rebecca Bloomwood dari Shopaholic series, Ryan Dean West adalah salah satu sosok yang dapat mengundang tawa muncul di mulutku. Hingga, memasuki part terakhir buku ini sontak membuatku tercenung.

Aku kaget. Tidak menyangka buku ini bikin aku memikirkan kehidupanku yang selama ini kujalani... Seperti yang telah kujalani. Baik, buruk, teman, sahabat, pacar, musuh, orang-orang yang datang dan pergi.

Yang jadi masalah, aku tak bisa menyebutkan secara gamblang apa yang bikin aku kaget. Kalian mesti membacanya sendiri. Kalau kaget seperti diriku, well, jangan lupa kasih tahu aku ya, heheh.

Dan... Itulah buku yang aku rekomendasikan minggu ini. Satu dikemas dengan keabsurdan, satu dibungkus dalam bentuk elegi, satu lagi dikisahkan dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan satu yang terakhir dibalut komedi. Walau berbeda-beda cara penyampaiannya, buku-buku tersebut sama-sama membawa muatan "kehidupan," melalui hubungan kekeluargaan (baik kandung atau angkat) dan pertemanan.


Punya rekomendasi buku bagus juga? Jangan ditahan, ntar malah jadi penyakit loh bagikan pada dunia lewat tulisan di blog kalian. Supaya makin banyak orang tahu. Dan siapa tahu ada penerjemah, atau orang-orang penerbitan, yang nyasar ke blogmu dan lalu... Kalian tahu apa lanjutan kalimatku ;)

Tertarik buat ikutan memeriahkan meme ini? Berikut tata caranya::
1. Tulis buku yang ingin kamu rekomendasikan. Kategori buku yang akan direkomendasikan bisa memilih dari kategori di bawah ini :
a. Buku yang ingin diterjemahkan di Indonesia
b. Buku yang sudah terbit di Indonesia, dan ingin kamu rekomendasikan ke pembaca.
Jangan lupa menulis alasan kamu merekomendasikan buku itu ya
2. Jika kamu sudah pernah me-review buku yang ingin kamu rekomendasikan itu, taut balikkan ke link reviewmu ya
3. Pasang button Friday's Recommendation, jangan lupa di taut balikkan ke blog Ren's Little Corner
4. Masukkan link Friday's Recommendation ke linky yang telah disediakan.
5. Jangan lupa untuk blogwalking ke blog - blog lain :)
6. Waktu meme adalah bi-weekly. Diposting setiap hari Jum'at minggu ke-2 dan ke-4 tiap bulan

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html