Harry Potter dan Piala Api

Harry Potter dan Piala Api

Penulis: J.K. Rowling
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 896 halaman
Judul asli: Harry Potter and the Goblet of Fire
Seri: Harry Potter #4
Genre: fantasy - school fiction
Stew Score: Delicious!
Target Pembaca: 14 tahun ke atas.

Apa sih kelebihan seorang Harry Potter? Wajah... Nggak tampan-tampan amat. Tingginya standar aja. Badannya kurus kering kayak kurang makan. Penglihatannya buruk. Mungkin yang keren darinya cuman codet berbentuk tak biasa di dahinya: sambaran kilat. Sekali lihat orang pasti kepo banget, apakah itu kenang-kenangan dari kecelakaan, atau codet itu sengaja dibentuk kayak gitu? Selain itu dia tampak seperti remaja Inggris 14 tahun lainnya.



Tapi bila kita mengenalnya lebih dekat, kita akan tahu dia anak yang istimewa. Keistimewaan yang pertama adalah dia seorang penyihir. Yang kedua, dia sedang menyelesaikan studinya di sekolah sihir Hogwarts. Dan ternyata, codet yang terkesan settingan itu ada fungsinya lho. Bekas luka berbentuk sambaran kilat itu bisa berfungsi sebagai alarm penanda musuh bebuyutannya, Lord Voldemort, ada di dekatnya. Keren, kan?


Di sini sudah hadir Harry dan ketiga sahabat baiknya, Ron, Hermione dan Draco. Kalian semua, meski salah satunya tampak kesal, aku yakin dalam kondisi spektakuler. Jadi, seperti biasanya, kita lewati saja bagian basa-basinya.

Untuk Harry, kabarnya di pertengahan musim panas sebelum kalian masuk tahun ke-4 di Hogwarts bekas lukamu sakit. Apakah itu artinya Voldemort ada di dekatmu?
Harry: Aku rasa tidak.

Tapi kalau dia tidak ada di dekatmu, lalu kenapa bekas lukamu membara?
Harry: Aku juga tidak tahu.
Draco: Mungkin itu bisa-bisanya, Potter, saja. Biasalah. Dia kan suka cari perhatian.
Harry: Tutup mulutmu, Malfoy.
Draco: Kalau tidak, apa yang bisa kau lakukan?
Harry: Mengubahmu jadi musang mungkin.
Ron: (ngakak)
Draco: Hati-hati Potter.
Harry: Terima kasih atas sarannya.
Ron: (terbahak)

[Ngomong dalam hati: Draco ini kayaknya perhatian sekali ya pada Harry... Eeh, pikiran apa itu barusan, hahah]

(Berdeham) Dengar-dengar tahun ini ada piala dunia Quidditch.
Ron: Ya. Anda menontonnya juga?
(Menggeleng) Tidak. Sejujurnya, aku kurang begitu suka Quidditch :">
Ron, Harry, Draco: Tidak Suka?!
Ron: Bagaimana mungkin anda tidak suka?
Harry: Quidditch adalah olahraga paling menakjubkan di seluruh dunia!
Draco: Anda kelahiran Muggle?

Katakan-lah, aku hampir mirip kayak Winky, peri rumah Barty Crouch.
Harry: Ohh, dia peri rumah yang--
Hermione: --yang malang.
Ron: (mengerang) mulai lagi dia.
Hermione: Tapi memang mereka makhluk yang malang. Diperbudak oleh--
Ron: Karena mereka suka diperbudak Hermione.
Hermione: Itu karena orang sepertimu--

Wah, wah, banyak perdebatan ya hari ini. Aku setuju dengan Hermione, tapi... Aku juga setuju dengan Ron. Meski kita percaya apa yang kita lakukan baik, tidak semua hal yang kita lakukan untuk orang lain baik untuk mereka. Nah, bagaimana Piala Dunia Quidditch?
Harry: Kacau! Ada Pelahap Maut muncul.
Pelahap Maut?
Hermione: Itu adalah sebutan bagi pendukung... Dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut.

Bagaimana mereka ada di sana?!
Ron: Coba tanya dia (nunjuk Draco)
Harry: Ya, aku yakin ayahnya salah satu pelahap maut yang buat onar itu.
Draco: Memang kau siapaku, Potter? Seolah aku mau memberitahumu.
Hermione: Bisakah kita skip saja topik soal piala dunia ini, Mr. Ismarianto?
Draco: Kenapa Granger, topik itu mengingatkanmu akan status darahmu?

YA, aku rasa kita bisa ke pertanyaan selanjutnya. Apa itu turnamen Triwizard?
Hermione: Turnamen yang diadakan kurang lebih satu tahun penuh di mana ada tiga sekolah dengan tiga juara masing-masing, berkompetisi dalam tiga babak yang diadakan dalam rangka mempererat hubungan antar penyihir internasional.

Apakah salah satu dari kalian ikut?
Hermione: Hanya siswa yang sudah cukup umur yang bisa mengikuti turnamen Triwizard.
Draco: Potter belum cukup umur tapi dia bisa ikut. Dia jelas curang!
Harry: Kau iri Malfoy? Pengen ikut juga? Kenapa tidak bilang ayahmu?
Draco: Cih, untuk apa repot-repot ikut. Mestinya Weasley yang kau ajak. Hadiah uangnya pasti sangat berguna untuk keluarganya yang sangat miskin.
Ron: Jangan bawa-bawa keluargaku!

Tapi apa yang dikatakan Draco ada benarnya. Maksudku untuk yang Harry belum cukup umur.
Harry: Aku tidak mendaftarkan diri.
Hermione: Ada yang menduga ada seseorang yang sengaja memasukkan nama Harry supaya dia ikut turnamen.

Wah, orang yang memasukkan nama Harry pasti bodoh banget. Pasti seru ikut turnamen itu...
Hermione: Sebaliknya, turnamen itu turnamen yang berbahaya. Sudah banyak peserta di turnamen sebelum-sebelumnya yang sampai meninggal. Dengan memasukkan nama Harry ke dalamnya--
Maka pembunuhan Harry bisa disamarkan dalam bentuk kecelakaan.
Hermione: Tepat sekali.

Lalu bagaimana kamu menghadapinya, Harry?
Harry: Hanya ada satu pilihan untukku, menghadapinya.

Seperti yang aku bilang di perbincangan kita bulan lalu, makin bertambah usia kalian, makin berat dan makin kompleks ujian yang kalian hadapi.

Harry, Ron, Hermione dan Draco... Terima kasih atas waktunya. Jangan lupa bulan depan Harry dan teman-temannya masih akan mengunjungi Story Eater Tales.

Dan sebelum aku tutup acara kita hari ini, aku kebetulan tahu soal rencana Voldemort. Yang aku kagumi dari rencana itu adalah kesabarannya. Dia tidak terburu-buru dalam mencapai apa yang diinginkannya, tapi memperhitungkan setiap langkah sematang mungkin. Dan kita tahu, aku yakin bagi yang belum batja bukunya pasti sudah nonton filmnya dan tahu kalau, rencananya berhasil.

Dari situ kita bisa belajar, bukan rencana jahatnya tentu saja, tapi bahwa... Kesabaran selalu berbuah manis. Saya F.J. Ismarianto dan inilah Story Eater Tales.

P.S.
1. Baru aku sadari, tiap hari tibanya siswa ke sekolah untuk menyongsong semester baru, sehabis makan malam kepala sekolah menyuruh murid-muridnya tidur. Bukannya itu kebiasaan yang nggak bagus ya? Habis makan terus tidur. Atau mungkin kesalahannya ada pada terjemahannya? Harusnya istirahat tapi ditulis tidur?

Tapi aku rasa bukan salah terjemahannya. Penerjemahnya luar biasa kok, dia melembutkan atau membuat lebih sopan kata-kata di buku ini. Contohnya: almarhumah.

2. Ini hanya rasa penasaran, gimana cara ngenalin anak-anak berada di kelas mana dan asrama mana ya? Kok kayaknya nggak pernah dijelaskan, pokoknya pembaca langsung tahu, ohh, anak ini dari kelas ini. Atau di jubah murid ada semacam badge penunjuk kelas? Atau kayak di film penggunaan accesories kayak dasi dan syal menunjukkan asal asrama? Soalnya, seingatku, di buku hanya dijelaskan seragam Hogwarts itu jubah warna hitam ._.

3. Aku suka adegan meenggelitik lukisan. Sangat kreatif dan sukses bikin aku ketawa persis kayak si buah pir! :))

4. Ada satu adegan di mana kacamata seharusnya merosot ke dahi. Dengan posisinya yang kayak gitu, aneh dong merosot ke hidung. Apalagi rambutnya berdiri tegak.

5. [Nomor ini berisi spoiler, bila tak mau menyantap sop iler di sarankan untuk melompati nomor ini]
Pasti teman-teman tahu soal priori incantatem, kan? Di film, hanya ada sedikit arwah yang muncul. Di buku ada banyak, salah satunya adalah arwah tangan wormtail. Nah, lho? Kok bisa? Bila teman-teman teliti, atau mau balik ke beberapa lembar halaman sebelumnya, teman-teman pasti ingat Wormtail kan memotong tangannya dengan belati panjang bukan tongkat Om Voldie, tapi gimana bisa muncul arwah tangan itu? Dan penjelasan Opa Dumblydoor *ala-ala orang France*, malah bikin aku penasaran: Dari mana arwah tangan yang terpenggal itu?

6. Terlepas dari kekurangannya, buku ini tetap jadi favoritku--ya, aku sering juga kok menilai buku secara subjektif, apalagi buku-buku yang bernilai historis bagiku. Sebab buku ini adalah gerbang awal yang membuka jalanku menjadi seorang pecinta buku. Harry Potter dan Piala Api adalah novel pertama yang aku batja :')

7. Tahukah kamu, meski aku mengawali batja serial Harry Potter dari buku ke-empat aku TIDAK PERNAH merasa seolah aku ketinggalan. Mungkin itulah yang bikin serial ini amat spektakuler!

8. Dulu aku sempat mengira buku ini kalau dijadikan film bakal susah sekali, tapi nyatanya filmnya... Tidak sekeren filmnya tapi bagus. Kejutannya tetep bikin kaget, lucunya ada, entah dari mana datangnya Nigel, tapi... Aku ngerasa penampilan aktor-aktor remajanya, tidak enak buat dilihat--untungnya di sekuelnya hal itu tidak terjadi lagi.

Printscreen Data Buku::


Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | | Hotter Potter

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Hey, Jun!