The Iron Daughter by Julie Kagawa

The Iron Daughter

Penulis: Julie Kagawa
Penerbit: Harlequin Teen
Tahun terbit: 2010
Tebal: 296 halaman
Seri: Iron Fey #2
Genre: Fantasi - Fiksi ilmiah - Adventure - Romance
Stew score: Sweet!
Target: Teen (14 tahun ke atas!)

Sececap The Iron Daughter

Karena telah terikat janji, dan janji dengan peri itu lebih baik jangan diingkari sebab akan berakibat buruk, Meghan pun harus ikut Ash ke Winter Court. Di mana kemudian Meghan menjadi "tamu kehormatan" (kata halus dari tahanan) sang ratu musim dingin, yang juga merupakan ibu dari Ash, Queen Mab. Musuh bebuyutan ayah Meghan, King Oberon, raja dari Summer Court.


Bagi yang belum tahu, atau baca Iron King, Meghan ini setengah fey (peri) setengah manusia.

Suatu malam, saat seluruh Winter Court berpesta menyambut datangnya musim dingin, beberapa peri besi (iron fey) menyelinap masuk ke istana dan mencuri The Scepter of the Seasons.

The Scepter of the Seasons adalah sebuah benda sihir keramat yang mana tiap enam bulan sekali berpindah antara dua Court.

Yang jadi masalah adalah, pertama, selain Meghan, Ash, Puck (tangan kanan Oberon, sempat menyamar sebagai manusia biasa dan jadi sahabat Meghan sebelum Meghan tahu dirinya peri), dan Grimalkin [peri-kucing unik yang suka kelayapan (?)]. Jadi, belum ada yang percaya dengan keberadaan peri besi. Kedua, Puck terkena racun peri besi dan dia berada di bawah penanganan peri pohon dalam proses penyembuhannya dan Grimalkin... Entah dia ada di mana. Jadi, tidak ada yang mendukung kesaksian Meghan dan Ash bahwa peri besi itu ada.

Saat pencurian itu, jatuh satu korban. Karena Meghan merupakan salah satu dari dua orang di tempat kejadian, dia dituduh bersalah dan diduga, pembunuhan tersebut adalah perbuatan peri dari Summer Court.

Saat itu juga Queen Mab mendeklarasikan perang pada Summer Court!

Apakah Meghan bisa membuktikan bahwa peri besi-lah pelaku pencurian dan pembunuhan sebenarnya?

Citarasa The Iron Daughter

Meski, bagiku, tak sekeren The Iron King, The Iron Daughter masih cukup oke kok. Apalagi bagi penggemar bacaan fantasi.

Hnn, bagaimana ya menceritakan kembali buku ini tanpa menyajikan sop iler? Meghan... dia menjadi satu-satunya manusia peri, sekaligus peri musim panas di Winter Court. Selama di Winter Court, dia tidak bisa menggunakan kekuatannya. Pada awalnya dia mengira karena dia berada di wilayah peri musim dingin maka hal itu lumrah saja. Tapi ternyata... ada hal yang ditutupi yang menyebabkan hal itu.

Di Winter Court, sikap Ash juga berubah. Dia jauh lebih dingin ketimbang saat berpetualangan ke wilayah peri besi bersama Meghan tempo hari. Sikapnya ini bikin Meghan frustasi. Secara tak ada peri yang benar-benar baik di sekitarnya.

Puck dan Grimalkin muncul nyaris di pertengahan buku. Ih, kenapa sih itu namanya panggilannya Puck? Aku suka dengan tokoh itu dibandingkan Ash, tapi tiap kali nama panggilan itu digunakan, yang terbayang di benakku adalah sosoknya itu pendek, kurus, dan tidak keren. Nama aslinya jauh lebih bagus tapi kenapa mesti pakai panggilan itu? Apa supaya sama dengan Ash yang panggilannya cuman satu suku kata saja?

Grim masih sama. Masih jujur, apa adanya, dan menjengkelkan! XD

Kelompok Meghan bertambah satu dalam petualangan ini. Dan sejauh membaca buku ini, sosok inilah yang paling keren diantara semuanya. Awalnya dia musuh, tapi kini dia menjadi teman. Siapakah dia?

Selain teman baru, Meghan juga punya kemampuan baru. Entah darimana dan bagaimana dia mendapatkannya, mungkin di buku berikutnya akan ada penjelasannya. Kemampuan ini berhubungan erat dengan judul buku ini: The Iron Daughter.

Secara keseluruhan, The Iron Daughter bacaan yang lumayan. World buildingnya oke. Konstelasi dunianya dengan dunia nyatanya sangat oke. Tokoh yang disukai dan tak disukai seimbang. Petualangan oke. Pertempurannya oke. Awalannya oke (untung saja bagian mimpinya nggak sampai annoying kayak adegan mimpi di serial The Maze Runner dan Percy Jackson and The Olympians. Klimaksnya oke. Endingnya nyaris oke. Cinta segitiganya juga oke, apalagi ketiga pelakunya sama-sama tahu dan jujur dengan perasaan masing-masing (kecuali mungkin yang hatinya bercabang dua). Bagi penggemar cerita fantasi dan petualangan, mungkin kalian akan menyukai The Iron Daughter. Bagi yang suka kisah dengan pace yang cepat, The Iron Daughter tak akan mengecewakan kalian.

Oh, satu lagi. Pencurian The Scepter of Seasons mempengaruhi kondisi musim di dunia manusia. Jadi, ketika scepter dicuri, musim pun jadi kacau. Yang harusnya musim gugur, tak jadi musim gugur. Yang aku pertanyakan (atau tepatnya imajinasikan), kan yang bawa scepter peri besi, yang tercipta dari impian manusia akan teknologi. Kekacauan musim itu aku kira di dunia manusia bakal hujan ponsel atau tablet gitu, tapi nyatanya yang terjadi cuman fenomena alam biasa :))

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | read big

6 comments:

  1. emang Iron Daugther itu favoritku yg terakhir diantara seri Iron fey. Tapi.... Iron Queen-nya, beuh pamungkas bangetttt!!! kudu wajib baca, dijamin gak kecewa! my most favourite part of iron fey chronicles :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emm, jadi yang fave yang mana? Yang Daughter atau Queen? ._. Emang The Iron Prince jelek yak? ._.

      Hapus
  2. Mbak boleh minta ebook yg terjemahan nya gk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada terjemahannya, sis. Lha wong bukunya aja yang terbit terjemahan cuman buku satu.

      Hapus
  3. Jadi untuk seri selanjutnya gk bakalan diterbitkan terjemahannya sis?

    BalasHapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html