The Hobbit: An Unexpected Journey

Judul: The Hobbit: An Unexpected Journey
Produksi: New Line Cinema, MGM, WingNut Films
Tahun Rilis: 2012
Directed by: Peter Jackson
Durasi: 169 menit
Genre: fantasi - adventure
Cast:  Ian McKellen (Gandalf), Martin Freeman (Bilbo), Richard Armitage (Thorin), and many more.
Stew score: Delicious!
Target: Teen (10 tahun ke atas)
 
Bilbo Baggins tak pernah menyangka akan kedatangan banyak tamu tak di undang. Saat malam hari lagi. Tamunya unik-unik pula.

Rumahnya jadi berantakan. Barang-barangnya yang tampak ringkih seolah bisa pecah atau rusak kapan saja. Tentu saja, Bilbo Baggins sangat keberatan dengan gangguan itu. Tapi sebagai tuan rumah yang baik, juga karena saking herannya dia tak mengajukan banyak pertanyaan, dia (meski ingin sekali) tak mau mengusir tamunya.

Mereka, atau para kurcaci itu, datang bukan tanpa sebab. Mereka datang atas undangan Gandalf, penyihir abu-abu yang suka petualangan. Gandalf ingin mengenalkan para kurcaci itu pada Bilbo Baggins. Makhluk yang dipercayai bisa membantu tujuan mereka: mencuri kembali harta yang dicuri dari bangsa kurcaci.

Apakah Bilbo Baggins menerimanya?

Tentu saja, pada awalnya tidak. Bilbo bukanlah paman/kakek buyutnya yang suka berpetualang. Bilbo Baggins adalah seorang hobbit pecinta damai dan ketenteraman. Namun entah bagaimana, saat esok harinya, dia bangun kesiangan omong-omong, dia memutuskan untuk menerima pekerjaan sebagai pencuri itu.

Tidak lupa membawa beberapa peralatan dan sapu tangan!

Dan petualangan yang tak terduga pun dimulai.

Sama seperti reaksi kebanyakan orang yang sudah nonton film ini, The Hobbit: An Unexpected Journey, super keren! Memang Gandalf-nya kelihatan agak lebih tuwir ketimbang penampilannya di LOTR, padahal timeline kisah ini sebelum even di LOTR terjadi, tapi it's okay. Kisahnya di film, menurutku, jadi sedikit lebih seru dan menegangkan ketimbang yang di buku.

Beberapa adegan dibikin lebih dramatis (khas film), beberapa hal dihilangkan, beberapa fakta ditambahkan untuk memancing simpati dan emosi penonton. Tapi semua itu nggak terkesan berlebihan. Pas. Hingga aku nggak ngerasa filmnya mau habis (omong-omong, filmnya dua jam lebih lho!)

Bagi fans Elijah Wood atau Frodo, jangan-lah kecewa. Dia muncul kok. Yah, meski sebagai Cameo doang. Bahkan Saruman, si penyihir putih, juga ada.

Rindu pada sosok Gollum yang "unik"? Tenang, dia juga ada kok.

Ada satu pengembangan yang tak aku duga-duga: ada kisah cintanya! Yah, kendati hanya sebesar 10 mg (?), tapi keberadaan "bumbu yang harus ada di film itu" tetap mesti diakui. Mau tahu kisah cinta siapa? Gandalf!

Penasaran, penasaran? Tonton dong filmnya. Worth it banget kok ;)

Tapi sebelum kalian berangkat ke bioskop, atau nyari dvd-nya, atau nyari donlotannya di internet (intinya: nonton The Hobbit), aku peringatkan kalian mesti mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri dari hantaman rasa penasaran dikarenakan mesti menunggu film keduanya rilis!

P.S.
[1] Review bukunya bisa "dinikmati" di sini.

[2] Jujur ya, jauh sebelum aku nonton film ini, aku terkesima (#tsah) ketika tahu film ini akan dipecah jadi tiga. Awalnya dua, dan aku merasa itu lumrah. Tapi tiga? Bukunya tidaklah tebal, kira-kira pengembangan apa yang akan ditambahkan oleh sutradaranya (atau penulis screenplay-nya) ?

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html