Tokoh di Harry Potter yang agak annoying

Kalian tidak salah batja. Memang ada kata agak di judulnya.

Jujur saja, tak ada satu tokoh pun yang benar-benar aku bentji. Semuanya saling mengisi. Semuanya pas. Balance. Lockhart yang ternyata penipu dan narsis luar biasa, tapi bikin lutju suasana kelam di buku kedua. Umbridge yang jahatnya nggak ketulungan, tapi kalau nggak ada dia, buku lima bakal terasa membosankan dan datar-datar saja. Filch yang kadang jengkelin tapi... Agak perlu dikasihi karena, yah, kondisinya memang menyedihkan. Mungkin kalau bukan karena Dumbledore, dia tak punya pekerjaan.

Hnn, posting ini bukan untuk membahas tokoh-tokoh antagonis (sampingan), tentu saja.

Eh, tunggu... Emang ada tokoh antagonis sampingan? #krik #gagalngegombal #gagalngelucu

Oke, nggak usah berpanjang lebar lagi. Nggak usah ngomongin tokoh lain yang nggak perlu. Nggak usah ngomong ngelantur...

Jun, please, nggak usah berusaha keras ngelucu. Kalau nggak bisa ngebanyol jangan maksa, okay?!

Oke, kita...

Jangan mulai lagi!

Dan orang yang agak annoying, tentu saja, bagiku adalah...


Sybill Trelawney 
[No Pic - malas cari gambarnya]

Sebenarnya aku nggak se-annoying itu sih, bahkan masih lebih sedikit meski ditambah kata "agak." Sebenarnya dia punya gaya khas yang lutju dan menggemaskan (?) yakni, gaya bitjaranya yang sayup-sayup. Cuman aku gemas saja dengannya. Kalau ketemu pengen banget aku guncang-guncang badannya agar dia segera sadar dan tak lagi membuat ramalan palsu atau kematian di hadapan murid-murid.

Yang palsu cukup alamat yang dibawa Ayu Ting-ting saja.

Trelawney memang bukan tokoh krusial, tapi dua ramalannya, ramalannya yang sebenarnya, yang salah satunya tak diakuinya, sangat berperan penting dalam kehidupan Harry.

Oke, balik ke guncangan. Sambil mengguncang-guncang badan Profesor Trelawney, tentu saja mulutku yang seksi menawan juga beraksi, melontarkan kata-kata yang mungkin hamil mengandung cabe rawit. Berikut kata-katanya:

"Hei, bandot tua, bisa nggak sih bibirmu berhenti mengucapkan kebohongan? Telingaku capek dan penuh 'noda' tahu nggak dimasukin sampah yang kamu cerocosin."

Ah, tentu saja itu hanya contoh saja. Aku yang diajari untuk bertindak sopan tak akan mungkin menggunakan kalimat yang tak sopan itu.

Dan kalau ditilik ke belakang lagi, mustahil aku mengguncang badan Trelawney yang mungkin mirip tanduknya Snorkack. Paling banter aku berdiri menjulang satu langkah di hadapannya.

Jadi, inilah kalimat yang sebenarnya yang bakal aku katakan padanya:

"Ehm, profesor Trelawney, bisa minta waktunya sebentar? Terima kasih. Ada sesuatu yang membuat syaraf penasaran saya tergelitik. Ini mengenai ramalan kematian yang selalu anda katakan hampir setiap hari yang, erm, tak terbukti benar.

"Kenapa saya mengatakan seperti itu? Sebab, maafkan bila saya lancang, tapi apakah anda sadar kalau orang-orang yang kematiannya pernah anda ramal masih hidup, bahkan usianya nyaris mencapai usia senja. Maafkan atas rasa penasaran saya, yang susahnya minta ampun untuk dibendung, tapi apa kira-kira yang anda lakukan untuk menutupi rasa malu anda?

"Apa, anda membuat ramalan yang salah supaya tampak seperti penyihir biasa? Kenapa melakukan hal itu bila anda bisa tampil sempurna? Bukankah setiap insan ingin tampil sempurna? Atau mungkin lebih tepatnya, maaf, mata batin anda pernah salah?

"Tapi kalau tak pernah salah... Ya, ya (apa boleh buat) saya percaya pada anda. Anda yang ahli dalam ramalan. Tapi tahukah anda kalau anda dianggap lelucon oleh beberapa orang? Tahukah anda kalau anda telah mendapatkan balasan akan kebohongan anda, yakni pe-er murid yang berisi kebohongan? Apakah menurut anda itu baik? Ya saya setuju dengan anda, tentu saja hal itu bukan hal baik, tapi sadarkah anda kalau anda lebih menghargai ramalan buruk ketimbang ramalan baik, sehingga agar lulus kelas anda anak-anak mesti berimprovisasi?

"Kenapa anda suka dengan ramalan buruk? Oh tunggu, akan saya coba membantu anda menjawab. Mungkinkah karena berita buruk lebih mudah menarik perhatian dan kartu joker simpati? Tapi bila benar itu yang anda lakukan... Anda pasti punya alasan yang bagus. Mungkinkah karena berada dalam bayang-bayang nama besar salah satu anggota keluarga anda? Dan bila benar itu alasannya, anda harusnya lebih sering turun ke aula besar dan berkomunikasi dengan orang lain. Tindakan anda dengan mengurung diri di kamar anda yang, err, unik terus-terusan... saya rasa kurang bijaksana.

"Memang perhatian dan simpati yang digenggam butuh waktu, dan jumlahnya mungkin tak sebanyak bila melempar kehebohan, tapi setidaknya perhatian dan simpati itu diberikan secara tulus. Bukan karena didorong oleh rasa takut dan cemas oleh kematian.

"Atas waktu dan kesempatan yang anda berikan, saya ucapkan beribu terima kasih."

Tentu saja aku tak berharap dia langsung berubah. Dunia tak tercipta bagi mereka yang punya pribadi yang baik saja. Kalau benar dunia memang tercipta bagi mereka yang punya pribadi yang baik saja, bukankah... itu namanya tidak adil?

Aku melakukan itu semua, tentu saja mengutarakan apa yang selama ini "kupendam," demi agar hati, jiwa dan pikiranku merasa lebih tenang. Tentu saja ada rasa tak enak setelah mengatakan itu semua, tapi sama seperti Jane Eyre, aku tak menyesal telah melontarkannya.

P.S.
Alamat email yang suka gunakan untuk mendapatkan info buku keren secara berkala adalah linuxrulz@live.com.

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
Hotter Potter
Hotter Potter meme bulan Mei

2 comments:

  1. wah kamu bolonya Hermione ya... :D
    Btw itu kenapa Jane Eyre dibawa-bawa? :\

    BalasHapus
  2. soalnya Jane Eyre salah satu karakter "fiksi" favorit saya :p

    BalasHapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html