Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events

Judul: Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events
Produksi: Paramount Picture
Tahun: 2004
Directed by: Brad Silberling
Durasi: 108 menit
Genre: fantasi - adventure - komedi
Cast: Jim Carrey (Count Olaf), Emily Browning (Violet Baudelaire), Liam Aiken (Klaus Baudelaire), Kara and Shelby Hoffman (Sunny Baudelaire), Jude Law (Lemony Snicket), Meryl Streep (Aunt Josephine), and many more.
Stew score: Almost - Yummy!
Target: Teen (10 tahun ke atas)

Saat sedang bersantai, Violet, Klaus dan Sunny Baudelaire dikejutkan oleh kedatangan Mr. Poe, bankir yang merupakan teman kedua orangtuanya. Dia tidak datang untuk menyapa atau ikut bersantai dengan mereka, tapi untuk mengabarkan kabar buruk awal dari kisah buruk yang akan menimpa mereka bertubi-tubi nantinya: Mr. dan Mrs. Baudelaire telah meninggal dalam kebakaran yang juga melalap habis rumah besar mereka.

Tentu saja, orangtua mereka meninggalkan warisan yang sangat besar bagi ketiga anaknya. Tapi... Baru bisa mereka gunakan saat Violet, anak tertua, dan usianya saat itu baru 14 tahun, berusia 18 tahun.

Selain warisan, Mr. dan Mrs. Baudelaire meninggalkan wasiat agar mereka diasuh oleh keluarga atau sanak-saudara mereka yang terdekat. Dan yang terdekat, mungkin secara lokasi, adalah paman mereka, Count Olaf.

Namun, Count Olaf bukanlah orang yang baik. Dia berniat menguasai harta warisan Baudelaires!


Berbagai macam cara dilakukannya untuk membunuh ketiga anak tak berdosa itu. Salah satunya adalah meninggalkan mereka di dalam mobil terkunci yang diparkir di tengah-tengah rel kereta api.

Namun, Count Olaf terlalu meremehkan kemampuan ketiga anak tersebut. Violet sangat ahli dalam menggunakan peralatan-peralatan sederhana: dia seorang inventor, omong-omong. Klaus sudah mirip perpustakaan berjalan. Sementara Sunny, dia punya gigi setajam hiu.

Kejahatan Count Olaf terungkap, namun... Kisah belum berakhir.

Setelah tahu kelakuan Count Olaf, Mr. Poe mengirim Baudelaires pada Uncle Monty.

Uncle Monty sangat baik. Anak-anak suka padanya, tapi... Dia terbunuh! Dibunuh oleh Count Olaf! Padahal anak-anak baru sehari semalam bersamanya.

Dari Uncle Monty, anak-anak mendapat wali baru yang paranoid hampir pada semua hal: Aunt Josephine.

Namun, lagi-lagi nasib buruk menghampiri mereka. Kenapa nasib buruk selalu menghampiri Baudelaires? Apakah karena memang stock keberuntungan mereka sudah habis? Atau... Apakah kesialan mereka disebabkan oleh hal, atau mungkin orang, lain?

Sebelum membaca ke-13 buku Series of Unfortunate Events, aku terlebih dulu nonton adaptasi filmnya.

Pada awalnya, aku mengira filmnya adalah rangkuman ke semua bukunya (sebenarnya, sebelum nonton aku udah tahu film itu adaptasi dari buku, kadang aku melihat buku dari seri itu muncul di timeline goodreads-ku, tapi aku baru benar-benar mau membacanya setelah menonton filmnya), tapi nyatanya filmnya adaptasi dari tiga buku pertama: The Bad Beginning, The Reptile Room dan The Wide Window.

Yang paling mencuri perhatian(ku) adalah Aunt Josephine, yang diperankan dengan sangat apik oleh Meryl Streep. Dia itu benar-benar unik. Takut pada hal-hal yang kadang tak masuk akal (semisal handel pintu), tapi punya penjelasan logis (dan terbukti benar nantinya.)

Beberapa perbedaan dengan buku yang menonjol adalah percobaan pembunuhan Count Olaf pada anak-anak dan ciri khas Klaus.

Aku tak terlalu tahu soal hukum, tapi biasanya memang kalau anak-anak yang menerima warisan meninggal, maka warisannya akan jatuh pada walinya. Tapi di serial ini menggunakan jenis sebuah daerah/kota atau jenis hukum yang belum kuketahui sebelumnya, yakni hartanya tak akan jatuh pada wali meski ahli waris meninggal.

Di buku, Klaus menggunakan kacamata. Di film tidak.

Simbol mata tetap ada. Organisasi rahasia ada juga, tapi detailnya banyak diubah. Dan ada gimmick tambahan soal bagaimana sang tokoh jahat membakar rumah Baudelaires.

Untuk klimaksnya, adaptasi filmnya menggunakan klimaks dari buku pertama. Yakni pernikahan sungguhan yang dikamuflasekan sebagai drama panggung.

Secara keseluruhan, film ini bagus. Seru, bikin tegang (?), dan tak ketinggalan bikin ngakak, sama kayak bukunya. Jim Carrey benar-benar cocok memerankan Count Olaf, penjahat yang, tentu saja, jahat tapi kocak.

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html