To Kill A Mockingbird by Harper Lee

To Kill A Mockingbird

Penulis: Harper Lee
Penerbit: Qanita
Tahun terbit: 2008
Tebal: 540 halaman
Genre: Realistic Fiction - Bildungromans - America Literature - Klasik
Stew score: Almost - Delicious!
Target: Teen (13 tahun ke atas!)

Kalimat Pertama To Kill A Mockingbird
Tatkala hampir berusia tiga belas tahun, tangan abangku, Jem, patah di bagian siku.

Sececap To Kill A Mockingbird

Pada awalnya, kehidupan Scout dan Jem Finch sama seperti kehidupan pada umumnya. Kadang menyenangkan, kadang ada yang bikin sedih, kadang ada yang bikin jengkel, kadang ada yang bikin penasaran, dan, tentu, kadang membosankan. Hanya dua kakak-beradik biasa yang hidup di kota Maycomb, Alabama.

Namun, kemudian mereka berubah mencekam tatkala ayah mereka, Atticus, menjadi (pengacara) pembela pria kulit hitam. Kecaman dan ancaman datang nyaris dari seluruh pelosok kota. Scout dan Jem tak berhenti mengkhawatirkan ayah mereka yang merupakan satu-satunya orangtua yang mereka miliki.

Di tengah prahara yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tak melulu hitam dan putih. Ada warna-warni lain. Warna yang dicurigai sebagai pembawa malapetaka bisa jadi malah menjadi juru selamat.


Citarasa To Kill A Mockingbird

Tidak heran buku ini direkomendasikan banyak orang. Tidak heran pula buku ini sering sekali "muncul" di banyak novel dan banyak film. (Lagi-lagi) tidak heran buku ini menjadi salah satu bacaan wajib di beberapa (atau malah seluruhnya?) sekolah di Amerika. Sebab buku ini memang... WOW!

To Kill A Mockingbird dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi soal pengenalan para karakter—yang mungkin bagi sebagian orang akan terasa membosankan. Tapi walau membosankan, bagian pertama ini berperan besar dalam membangun sesuatu yang akan terjadi di klimaks dalam novel yang membawa-bawa burung penyanyi dalam judulnya. Bagian dua, tentu bagian yang terseru. Di mana Atticus membela seorang pria kulit hitam yang... Dituduh melakukan kejahatan yang tidak dia lakukan.

To Kill A Mockingbird menggunakan gaya penceritaan orang pertama dengan narator Scout, anak bungsu Atticus. Seorang gadis kecil yang lebih nyaman memakai overall dibanding dengan rok.

Karena temanya cukup berat, yakni kemanusiaan, apakah Scout berlagak tidak sesuai umurnya? Menariknya, tidak. Scout masih 8 tahun saat kasus itu terjadi, dan dia berlagak layaknya seusianya: nakal, sering penasaran, lugu, suka sekali bermain.

Sudut pandang itu tampaknya memang sengaja dihadirkan penulis untuk mempermudah pembaca dalam menangkap mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Setting waktu dalam To Kill A Mockingbird ini saat kulit putih dan kulit hitam masih dibedakan. Kurang lebih sama-lah dengan setting waktu The Help karya Kathryn Stockett. Hanya dengan menjadi kulit hitam, dia sudah dicap bersalah oleh (mayoritas) kulit putih. Sementara kulit putih yang mata hatinya tak dicemari oleh prasangka jarang, atau malah sama sekali tidak, angkat bicara yang mungkin disebabkan takut mendapat cemoohan dan dijauhi oleh mayoritas.

Saat membaca To Kill A Mockingbird ini, aku butuh waktu cukup lama untuk membaca bagian pertamanya. Aku akui, aku agak sedikit bosan. Apalagi Scout dan Jem pakai membahas semua tetangga mereka yang, pada awalnya bagiku, terasa tidak penting. Tapi waktu mencapai bagian dua, hal itu jadi penting. Semuanya penting.

Karakter paling keren jelas Atticus. Dia memperbolehkan kedua anaknya memanggilnya dengan namanya. Mungkin bagi kalian ini terasa tak sopan, tapi... Ah, pokoknya Atticus ini keren. Tidak heran banyak yang mengidolakannya. Juga aku merasa, nama Atticus yang disebut Jefferson, si pemilik majalah Bugle, di Spiderman 1 adalah Atticus dari To Kill A Mockingbird.

Overall, To Kill A Mockingbird adalah karya yang luar biasa! Mahakarya yang wajib dibaca! Setidaknya satu kali seumur hidup. Ohh, dan mungkin beberapa dari kalian penasaran kenapa novel ini diberi judul demikian. Aku pribadi suka dengan judulnya. Sebuah istilah yang memiliki makna yang sesuai sekali dengan tema yang diangkat penulisnya.

P.S.
Buku ini aku dapatkan dari Kak Winda Scorfi, dari GA yang pernah diadakannya tahun lalu. Terima kasih, kak :D

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | |

0 comments:

Poskan Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html