The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry

The Little Prince

Penulis: Antoine de Saint-Exupéry
Penerbit: -
Tahun terbit: 1940
Tebal: 64 halaman
Genre: Fantasi - Klasik
Stew score: Yummy!
Target: children (8 tahun ke atas!)

Sececap The Little Prince

Pada suatu ketika, ada seorang pria yang pesawatnya jatuh di tengah-tengah gurun pasir. Kerusakan pesawatnya tidak parah-parah amat. Tapi si pria merasa tak sanggup memperbaikinya. Mana di gurun pasir tidak ada jasa reparasi lagi. Ditambah lagi bekal yang dia bawa tinggal sedikit.

Tiba-tiba, entah darimana, tanpa undangan, muncul sesosok bocah kecil yang memintanya untuk menggambarkan domba.

Seriusan, si bocah ini meminta si pria dewasa ini untuk menggambarkan domba di tengah-tengah gurun pasir.

Walau mungkin merasa aneh, karena mungkin juga si bocah meminta dengan cara yang sangat sopan, si pria memenuhi permintaan. Tak disangka si bocah ini, katakanlah, seorang perfeksionis. Dia tak mau gambar domba yang kurus kering kayak berpenyakit. Dia juga tak mau gambar selain domba, meski gambar itu gambar kambing yang notabene masih saudaraan dengan domba.

Pada akhirnya si pria jengkel dan menggambar sebuah kotak dengan beberapa lubang. Kata si pria, "Ini kotak domba. Domba yang kamu minta ada di dalam."

Apa reaksi si bocah?

Dia menerimanya dengan senang hati karena memang itulah yang dia inginkan. Bahkan dia bisa melihat domba di dalam kotak itu tertidur!

Citarasa The Little Prince

Kesan pertama setelah kelar membaca buku ini adalah... buku ini benar-benar menantang!

Gimana tidak, buku ini sejak bab pertama sudah memperlihatkan gambar yang tak biasa. Gambar yang jelas-jelas nampak seperti topi, ternyata oleh penggambarnya disebut bukanlah topi. Tapi gambar seekor ular yang habis makan.

Logika kembali ditantang saat muncul si Pangeran Kecil. Dia minta digambarkan domba yang sempurna, yang benar-benar kambing, dan sehat. Tapi gambar yang diterimanya dengan senang adalah gambar kotak yang (anggap saja) ada domba di dalamnya.

Tantangan ini tentu saja tantangan yang menyerukan, "Apakah Anda punya daya imajinasi?"

Sebelum membaca buku legendaris ini, aku tahu buku ini buku fantasi anak-anak, jadi tanpa ragu aku memasukkan buku ini ke dalam daftar harapanku. Tapi ketika menemukan buku ini ada di daftar "Buku Perjalanan Terbaik" rasa penasaranku melambung tinggi. Setahuku, Pangeran Kecil ini bisa dibilang alien, bukan makhluk dari bumi, jadi bagaimana buku ini bisa jadi buku jalan-jalan?

Dan, ternyata, setelah membacanya, buku ini memang buku jalan-jalan. Bukan jalan-jalan menjelajahi kota atau situs-situs di bumi. Bisa dibilang jalan-jalan di luar angkasa, sebab dalam perjalanannya ke bumi, Pangeran Kecil sempat singgah di planet-planet unik. Planet-planet yang mungkin akan menohok sebagian orang-orang dewasa.

Lho, planet kok bisa menohok orang dewasa?

Tentu saja tidak secara harfiah. Penasaran dong, penasaran, kan? Untuk mencaritahu artinya, silakan membaca buku yang sempat diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini.

Secara keseluruhan The Little Prince buku yang bagus. Memang, beberapa part seolah memojokkan orang-orang dewasa yang tak memiliki imajinasi, atau yang saking sibuknya tak menggunakan daya imajinasinya secara maksimal atau bahkan sama sekali tak memakainya. Juga menantang orang yang membacanya mengatakan, "Ayo, katakan aku buku jelek dan itu artinya kau adalah orang yang tidak mempunyai imajinasi!" Namun, bila ada orang dewasa yang tak memiliki imajinasi, ending buku ini bisa jadi alasan yang kuat untuk membela diri. Sebab, ending The Little Prince ini... Entah penulisnya sengaja atau tidak, seakan-akan ada dua alternatif ending tergantung imajinasi pembaca masing-masing.

Oh ya, mungkin kalian penasaran kenapa buku ini diberi judul The Little Prince, juga kenapa si bocah mempunyai gelar sebagai pangeran. Apakah dia pewaris kerajaan di sebuah planet tak jauh dari bumi? Atau yang lain? Tapi, tentu saja aku tidak bisa menjawabnya, secara kalau aku jawab nafsu makan (baca: rasa penasaran) kalian akan buku ini bisa jadi hilang. Yang bisa aku bilang adalah, si narator dan Pangeran Kecil tidak memperkenalkan diri secara resmi. Dan, di planet asal si Pangeran Kecil semua hal itu kecil.

Satu lagi. Ada hal... sebut saja unik terkait buku ini. Ada dugaan, atau sebenarnya aku menduga, mungkin saja cerita ini nyata. Pangeran Kecil itu ada. Dan si narator ini adalah penulis sendiri, Mr. Saint-Exupery. Setelah buku The Little Prince ini terbit, Mr. Saint-Exupery mendapatkan apa yang diidam-idamkannya, yakni terbang ke Afrika. Namun, justru itulah saat terakhir dia terlihat. Bisa jadi Pangeran Kecil membawa Mr. Saint-Exupery ke planetnya, di mana bunga pun bisa bicara.

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| | | | read big

0 comments:

Poskan Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html