Si Badung Jadi Pengawas by Enid Blyton

Kalimat pertama Si Badung Jadi Pengawas
Pertengahan liburan Natal, Elizabeth sudah hampir bosan.

Sececap Si Badung Jadi Pengawas

Pada semester ketiganya di sekolah asrama Whyteleafe, Elizabeth si cewek yang terkenal paling badung di sekolah, yang sejak semester pertama selalu ingin melanggar tiap peraturan yang ada, dipilih teman-temannya untuk menjadi pengawas. Tugas seorang pengawas adalah mengawasi teman-temannya apakah mereka berbuat atau mendapat kesulitan atau masalah.

Pada hari-hari awal masuk sekolah, Elizabeth berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Hal yang susah karena kepribadiaannya yang cepat panas. Tapi semakin hari hal itu semakin susah dan berat. Apalagi ketika dia mendapati sahabat baiknya melakukan hal sangat berat yang bertentangan dengan tugasnya sebagai pengawas.

Citarasa Si Badung Jadi Pengawas



Lagi-lagi aku dikejutkan oleh karya Enid Blyton, tak menyangka aku akan sangat menyukai buku dengan judul Si Badung Jadi Pengawas ini.

Si Badung Jadi Pengawas adalah buku pertama dari seri Naughtiest Girl yang aku baca. Dan bisa aku pastikan tidak akan menjadi satu-satunya buku dalam seri itu yang kubatja karena... Aku akan berburu semua bukunya.

Apalagi sampulnya dibuat dengan gaya yang aku sukai: ilustrasi kasar yang terasa kanak-kanak.

Karakter Elizabeth mudah disukai. Sebenarnya, karakternya sedikit mengingatkanku pada Darrell dari Malory Towers (masih karya Enid). Malahan sebenarnya, nuansa di Whyteleafe (aduh, ini batjanya gimana sih? Waitilifi, bukan?) sangat mengingatkanku dengan nuansa di Malory Towers. Hanya saja siswa-siswanya tidak dibagi dalam asrama-asrama dan di Whyteleafe ini siswanya campuran. Tidak seperti Malory Towers yang khusus cewek, Whyteleafe juga menerima cowok.

Arabella, karakter yang tampaknya baru dikenalkan di buku ini (di prekuelnya aku yakin dia belum muntjul), dan termasuk karakter yang paling sering muncul di sini, gambarannya nyaris mirip sekali dengan Gwendoline dari Malory Towers.

Karakter lainnya yang menonjol adalah Julian. Sahabat baru Elizabeth. Juga murid baru di Whyteleafe. Julian ini punya kemampuan yang sama dengan Fatty dari seri Pasukan Mau Tahu (masih karya Enid). Apa kemampuannya? Silakan penasaran, hahah. Julian ini mudah disukai, tapi juga mudah sekali bikin jengkel. Dan... Dia ini menjadi model di sampulnya lho bersama Elizabeth.

Ohh, dan aku penasaran, ada nggak kira-kira bocah ketjil yang mirip seperti Julian yang super unik ini?

Ada dua lagi karakter yang menonjol lainnya, dan salah satunya mengingatku lagi pada karakter di Malory Towers, tapi masa mau aku beberkan di sini? Kalian mesti membatjanya untuk mengetahuinya ;)

Untuk buku anak-anak, buku Si Badung Jadi Pengawas ini termasuk kompleks karena banyak permasalahan yang muncul. Dari masalah ringan, hingga yang sangat berat yang bisa diganjar dengan mendatangkan pihak berwenang.

Tentu Elizabeth mendapat masalah, dia kan tokoh utamanya bak magnet masalah.

Buku ini juga dilengkapi sedikit ilustrasi. Tapi jenis ilustrasinya tidak seperti di ilustrasi sampulnya yang terkesan anak-anak sekali. Ilustrasi di dalam buku terkesan bahwa anak-anak dalam buku ini sudah dewasa.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati Si Badung Jadi Pengawas. Memang di beberapa bagian ada yang bikin bosan, juga agak ajaib karena semua masalah selalu dapat diselesaikan, tapi *beeep* aku menyukainya. Sangat. Salah satu yang aku suka lagi adalah suasana Whyteleafe ini mirip dengan Malory Towers, meski dari sisi komedi seri Si Badung ini bagiku masih kalah dengan Darrell dan kawan-kawan. Ah, terlepas dari itu semua, aku bisa menjamin, aku akan mentjari prekuel dan sekuel seri Si Badung ini. Ada yang nemu buku seri lainnya di obralan? #kalau-ada-yang-nemu-terus-kenapa-Jun-?

Si Badung Jadi Pengawas

Judul asli: The Naughtiest Girl is A Monitor
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2012
Tebal: 256 halaman
Seri: #3
Genre: Realistic Fiction - Boarding School Fiction - Klasik - Interpersonal Fiction
Score: Yummy! (4 of 5 stars)
Target: Teen (13 tahun ke atas!)

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
https://perpuskecil.wordpress.com/2015/01/15/lucky-no-15-reading-challenge/
Kategori: Something New

|

P.S: Untuk buku seharga 10rb rupiah (aku baru membelinya beberapa minggu yang lalu saat diajak teman ke Surabaya, di salah satu swalayan di dalam mall yang tampaknya masih cukup baru--masih cukup sepi soalnya), buku ini melebihi ekspektasiku!

3 comments:

  1. selamat berburu si badung :D seri si badung ini dulu termasuk seri fave gua pas kecil tapi pas baca ulang, entah kenapa.. jadi kurang suka XD

    BalasHapus
  2. selamat berburu serial si badung :D versi asli enid blyton kayanya cuma 3-4 buku aja tapi anne digby nerusin serial ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa jadi kurang suka? Apa karena Enid menggambarkan anak-anaknya terlalu jujur? :))

      Ohh, ada yang nerusin? "Suara" para karakternya sama nggak ya kira-kira?

      Hapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html