The End by Lemony Snicket

The End

Penulis: Lemony Snicket
Penerbit: HarperCollins
Tebal: 368 halaman
Seri: A Series of Unfortunate Events #13
Genre: Fantasi - adventure - misteri - fiksi ilmiah - komedi
Stew score: Sweet!
Target: teen (14 tahun ke atas)

Sececap The End

Kalau dilihat dari cover The End, tampaknya akhirnya Count Olaf telah menemui ajalnya.

Benarkah?

Sayangnya, adegan di cover depan itu tidaklah menunjukkan kematian. Melainkan adegan di mana Violet, Klaus, Sunny dan Count Olaf terdampar di sebuah pulau. Akibat badai menghantam perahu yang mereka tumpangi sejak pergi dari Hotel Denouement yang terbakar.

Ditambah lagi Lemony Snicket mewanti-wanti pembaca untuk jangan membaca hingga halaman terakhir. Soalnya ada...

Mengenai pulau tempat mereka terdampar. Pulau itu jauh dari peradaban, tapi bukan berarti tak berpenghuni. Bukan, mereka bukan orang primitif, meski mereka tinggal di dalam tenda dan hanya memakai pakaian berwarna putih saja. Penghuni pulau itu merupakan orang-orang dari peradaban. Banyak orang telah terdampar gara-gara badai yang konstan terjadi. Dan orang-orang itu telah membentuk komunitas yang dipimpin oleh pria yang kedua kakinya dibalut lempung (untuk penyembuhan), Ishmael.

Sebetulnya Ishmael bukanlah pemimpin. Lebih tepatnya dia adalah fasilitator (orang yang tugasnya membantu orang menentukan pilihan). Tapi sugestinya, meski kalimatnya bilang "tak memaksa", orang-orang tak kuasa melakukan hal sebaliknya.

Apakah dia punya kekuatan mistis?

Mungkin. Secara dia bisa meramalkan kapan badai yang selanjutnya datang menghantam. Secara dia bisa tahu kalau Violet, Klaus dan Sunny adalah yatim piatu, tanpa anak-anak perlu menyebutkan fakta menyedihkan itu.

Baudelaires diterima masuk ke dalam komunitas, tapi Count Olaf tidak, akibat dari sikap tak baiknya saat berjumpa dengan salah satu penghuni pulau itu. Apakah, dengan dilarangnya Count Olaf mendekat dan diminta pergi jauh (meski mereka berada dalam satu pulau) karena kejahatan dilarang tinggal di dalam pulau, akhirnya Baudelaires menemukan tempat yang benar-benar aman bagi mereka?

Sayangnya, pulau itu menyimpan banyak sekali rahasia. Termasuk para penduduknya. Saking banyaknya Violet, Klaus dan Sunny tidak akan bisa menguaknya meski seumur hidup mereka habiskan untuk menggalinya.

Citarasa The End

Aku tidak menyangka The End akan dibuat seperti ini. Maksudku, di bayanganku The End akan berisi banyak adegan penjelasan yang membuat semua misterinya terungkap, bukannya mengenalkan tokoh baru (meski tokoh ini ada hubungannya dengan tokoh lainnya) tapi nyatanya...

Sebelum aku kupas lebih jauh, kalian pasti penasaran kenapa orang-orang yang ada di pulau memilih tinggal di pulau ketimbang membuat rakit untuk kembali pada peradaban?

Perlu diketahui setiap tahun sekali mereka membuat semacam rakit atau perahu. Tapi benda itu tak digunakan untuk kembali, tapi untuk semacam ritual bagi mereka. Mereka memilih tetap tinggal di pulau itu agar mereka tak terjangkau kejamnya dunia. Hidup sangat sederhana, tapi tak tersentuh berbagai bentuk kejahatan.

Kembali ke yang aku singgung di awal. Soal nggak nyangka (bukan acara tv). Soal yang mengenalkan tokoh baru. Kecuali Kit Snicket, tak ada lagi tokoh pembantu "lama" yang muncul. Bahkan Quaqmires dan Hector, Fiona - Ferald - Widdershins - Phil, dan tokoh lainnya yang tidak muncul di The Penultimate Peril.

Hanya sedikit misteri saja yang terjawab. Hanya sedikit saja rahasia yang terkuak. Masih banyak misteri yang belum menunjukkan batang hidung dan batang-batang lainnya (?)Seperti, Apa sebenarnya apa isi Sugar Bowl? Kenapa Esme Squalor mengakuinya sebagai barang miliknya? Dan siapa laki-laki yang menawari Baudelaire bersaudara taxi di The Penultimate Peril, mungkinkah hanya orang asing yang kebetulan lewat? Lalu kenapa Count Olaf melakukan "hal itu" pada Kit? Kenapa beberapa tokoh mengalami musibah atau kejadian yang sama? Siapa sebenarnya lelaki berjenggot tapi tak berambut dan wanita berambut tapi tak berjenggot? Dan masih banyak lagi hal lainnya.

Mungkin karena itulah Lemony Snicket menulis tiga buku lagi (bukan sekuel maupun prekuel).

Salah satu (atau dua?) misteri yang terjawab adalah nama kedua orangtua Violet, Klaus dan Sunny dan siapa sebenarnya Beatrice, nama yang selalu muncul di halaman persembahan.

Overall, membaca The End mengingatkanku pada The Death Cure karya James Dashner. Tapi The End masih lebih baik. Karya yang bagus, memiliki ending yang oke sebagai akhir serial, tapi... tidak cukup untuk menghapuskan rasa dahagaku. Misteri yang belum ke-reveal bagai tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Perih, pengen garuk, tapi tangan tak bisa menggapai. Dan itu artinya, aku mesti mencari Beatrice Letters dan buku-buku yang ada hubungannya dengan Unfortunate Series (yang ditulis Lemony Snicket) agar tulang ikan itu segera luruh dan diatasi oleh lambung.

*ini sedang ngomongin buku atau tulang ikan yang nyangkut dan ganggu sih?

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| |

0 comments:

Posting Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html