The Iron Tree by Holly Black and Tony DiTerlizzi

Kalimat pertama The Iron Tree
Mesin station wagon sudah menyala.

Sececap The Iron Tree

Mallory diculik!

Bila Jared dan Simon ingin melihat kakaknya lagi, mereka mesti menyerahkan Panduan Lapangan (buku berisi perihal yang mendetail makhluk-makhluk ajaib semisal peri) sebagai gantinya!


Karena ini menyangkut nyawa saudarinya, meski taruhannya besar, Jared dan Simon tanpa berpikir panjang dan mau tidak mau mengikuti tawaran yang diberikan sang musuh dan pergi ke tambang tua, tempat yang jadi lokasi pertukaran.

Hanya saja, ketika sampai di tambang tua, Jared dan Simon menyadari bahwa rencana jahat itu lebih besar dari yang mereka bayangkan: sang musuh hendak mengganti pohon-pohon alami dengan pohon besi yang tidak akan pernah layu!

Citarasa The Iron Tree

Diantara semua buku dalam serial Spiderwick Chronicles, The Iron Tree adalah satu-satunya yang mana tidak satupun adegannya diangkat ke adaptasi filmnya.

Tapi diantara semua buku dalam serial Spiderwick Chronicles, The Iron Tree adalah buku dalam serial yang dibungkus oleh sampul terbaik. Suer, aku memilihnya sebagai sampul terbaik (dari serial ini) bukan karena ada gambar ceweknya, tapi karena detailnya begitu menakjubkan.

Dari segi plot, The Iron Tree, bagiku, juga yang terbaik diantara para saudaranya. Bagaimana menjelaskannya, ya? Singkatnya, diantara buku-buku lainnya The Iron Tree ini yang cukup sering mengaduk-aduk emosi.

Membaca ulang buku ini dengan cepat membuatku tersadar bahwa aku sempat "berkenalan" dengan knocker, makhluk yang tinggal di dalam gua. Dalam reviewku di Defy the Dark part 2, aku sempat menulis bahwa ketika membaca salah satu cerpen di Defy the Dark yang menggunakan knocker sebagai salah satu peran utamanya, adalah knocker pertama yang aku tahu. Tapi ternyata bukan. Ternyata aku pernah tahu soal knocker di The Iron Tree ini tapi lantas melupakannya karena... Mungkin aku sedang tidak ingat.

Daridulu lupa itu ya tidak ingat -_-"

Bila nama sang musuh utama, Mulgarath, sudah disebut-sebut di buku-buku sebelumnya, maka mulai di sini dia menampakkan wujudnya. Seorang ogre raksasa yang bentuknya mirip gabungan pohon besar berusia ratusan tahun dan kodok.

Di awal-awal buku, Mulgarath sempat menyaru sebagai Jared. Dan yang bikin aku terkesima, gambar Bukan-Jared begitu tidak sama dengan ekspresi Jared-asli. Tony DiTerlizzi benar-benar keren!

Secara keseluruhan, diantara semua buku dalam serial Spiderwick Chronicles, The Iron Tree adalah yang jadi favoritku. Aku tidak menyayangkan seluruh adegan di buku ini tidak dimasukkan ke adaptasi filmnya. Bukan karena aku tidak percaya Hollywood bakal kesulitan mengintrepretasikannya ke model visual, tapi menurutku akan agak absurd seandainya benar dimasukkan. Ide para dwarf (bekerja sama dengan Mulgarath) yang ingin mengganti pohon alami dengan pohon besi itu agak absurd. Memang benar pohon itu tak akan layu dan tak butuh perawatan yang sangat intens, tapi pohon besi tak bisa menghasilkan buah dan tak menyerap sinar matahari dan polusi, jadi ya... Absurd. Terutama bila tujuannya adalah merebut dunia dari tangan manusia. Untuk apa merebut bila tak lama kemudian dunia itu hancur?

The Iron Tree

Pohon Besi
Penulis: Holly Black dan Tony DiTerlizzi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2009 (cetakan keempat)
Tebal: 136 halaman
Seri: The Spiderwick Chronicles #4
Genre: Fantasi - Adventure - Family fiction
Stew score: Almost - Yummy (3.5/5)
Target: Children (8 tahun ke atas!)


Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::

0 comments:

Poskan Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html