Defy the Dark by Saundra Mitchell and Co - part 2


The Sunflower Murders by Kate Espey
Kalimat pertama: I got to second base with Zachary Feldman the night Tasha disappeared.

Sececap: Seandainya Carmen mendengarkan apa yang diocehkan oleh Tasha, mungkin Tasha tidak akan hilang bak ditelan bumi.

Seandainya Carmen pura-pura tertarik dengan apa yang diocehkan Tasha, mungkin Tasha masih ada di samping, bercanda bersamanya.

Seandainya Carmen tidak membiarkan Tasha turun dari mobil Zach, dan tak terlalu sebal hingga mau menyusul dan menemani temannya yang punya imajinasi yang tinggi itu, mungkin Tasha masih hidup hingga sekarang.

Citarasa: Cerpen terpendek dalam kumcer ini. Tak ada yang istimewa dalam cerpen yang menampilkan tokoh utamanya yang sedang curhat, meratapi nasib sahabatnya yang menjadi korban pembunuhan dan penyesalan yang menyertainya sebab dia bisa merasa bisa mencegah hal itu tak terjadi.

Meski kisahnya biasa-biasa saja, dan mudah dilupakan, gaya bercerita penulis yang saat buku kumcer ini terbit masih duduk di SMA sudah bagus dan enak buat dinikmati.


Almost Normal by Carrie Ryan
Kalimat pertama: It was stupid of us and we knew it.

Sececap: Meski telah diperingatkan akan bahaya kedatangan Orang Mati (yang masih bisa jalan dan lapar) ke kota mereka, empat sahabat dengan nekad dan bodohnya jalan-jalan keluar. Seperti yang mereka duga, tak banyak yang bisa mereka kunjungi. Kebanyakan tempat dikangkangi gelap, para penghuninya antara meninggalkannya atau bersembunyi di rumah mereka (biasanya di lantai dua dengan tangga aksesnya dihilangkan ketika malam datang—zombie datang hanya saat matahari tenggelam). Untungnya, atau justru sialnya?, taman bermain tetap buka.

Meski taman bermain itu sepi, tapi empat bersahabat itu bukan satu-satunya orang di tempat itu. Selain operator wahana, ada banyak juga anak muda dan beberapa keluarga yang oleh empat sahabat diduga memang sengaja keluar malam itu karena dua alasan (a) tak peduli, (b) mungkin mereka merasa tak akan selamat ketika para orang mati yang masih bisa jalan datang ke kota mereka.

Citarasa: Pada awalnya aku nggak gitu ngeh dengan ceritanya soal apa. Mungkin karena saat itu pikiranku sedang terdistraksi oleh hal lain. Tapi setelah ada satu dari empat sahabat itu jatuh... Aku mulai paham dan mengulang batja dari awal.

Cerita ini merupakan salah satu yang aku suka. Yang bikin aku menyukainya selain gaya penulisan yang oke, adalah "suara" sang tokoh utama, si Aku yang bernama Connor, yang nadanya biasa-biasa saja pada dunia "baru"-nya. Biasa-biasa saja sebab itulah kehidupan baru yang mesti dijalaninya. Biasa-biasa saja sebab sebentar lagi dia akan terbiasa dan mungkin dalam waktu beberapa minggu akan menatap para zombie dengan tatapan bosan.

Kehidupan yang sebentar lagi menjadi kehidupan yang normal.

Aku rasa aku akan mencoba membatja karya penulis yang sangat terkenal, The Forest of Hands and Teeth.

There's Nowhere Else by Jon Skovron
Kalimat pertama: Usually I get the dreams when Mom’s working the night shift at the hospital and Bill’s between
demolition jobs and has been drinking a lot.


Sececap: Sebastian sering dihinggapi mimpi yang aneh. Menurut guru Bahasa Inggrisnya (seseorang yang ditanyainya, itu mungkin karena Sabe terbawa oleh imajinasinya atau terlalu menyelami buku-buku yang dibacanya atau karena ada masalah di rumah sehingga Sabe "berlari" melalui mimpinya.

Sabe tidak puas dengan teori yang dikatakan gurunya, tapi dia sendiri tak yakin penjelasan macam apa yang dicarinya.

Suatu malam, Sabe bermimpi menjadi pemain basket. Keesokan harinya, pemain basket yang diimpikannya... Dicela banyak orang karena bengong di detik-detik terakhir permainan. Sama seperti yang dilakukan Sabe.

Di malam yang lain, Sabe bermimpi dirinya seorang pria yang berpenampilan seperti paranormal. Pria itu menghadap cermin, mengucap beberapa kata dalam bahasa asing, dan di cermin... Alih-alih memantulkan bayangan si pria, cermin itu memantulkan bayangan Sabe! Bukan itu saja, si pria bahkan berkata, "Halo, bocah penjelajah malam."

Citarasa: Cerpen ini merupakan favoritku nomor dua dalam kumcer ini. Idenya memang tidak terlalu baru, tapi gaya penceritaannya oke punya. Mengikatku hingga kata terakhir kubaca. Seandainya penulis mau mengembangkannya jadi novel, aku jelas mau membacanya.

Naughty or Nice by Mira McEntire
Kalimat pertama: When I was seven and he was eight, I broke all of the crayons in Henry Bishop’s supply box.

Sececap: Ketika Bex berumur 7 dan Henry 9, Bex mematahkan seluruh crayon Henry yang disimpan di kotak peralatan. Ketika Bex berumur 11 dan Henry 12, Henry sempat mencoba menawarkan sebuah pengalaman dicium untuk pertama kalinya bagi Bex, sebagai reaksi Bex tertawa terpingkal-pingkal sampai dia kencing di celana. Ketika Bex berumur 17 dan Henry 18, mereka melakukan "school trip" ke Bavaria. Di sana Bex belajar dua hal a) bahwa monster itu ada, dan b) percaya pada Henry.

Citarasa: satu lagi cerpen horor di Defy the Dark. Plot ceritanya nyaris sama dengan cerpen The Dark Side of the Moon: romansa dibalut horror, cerita monsternya berasal dari legenda lokal. Eh, tapi kalau dipikir-pikir, kisah horor di Defy the Dark ini pakai plot yang nyaris mirip semua deh. Kecuali Almost Normal yang unsur romansanya tidak terlalu kuat.

Naughty or Nice ini cukup bagus. Bagian romansanya juga oke kalau dibandingkan dengan The Dark Side of the Moon. Bila TDSotM bermain-main dengan kalimat-kalimat keju, maka di sini lebih alami interaksinya. Monsternya juga jelas, berasal dari legenda lokal yang justru digunakan untuk menarik wisatawan.

Shadowed by Christine Johnson
Kalimat pertama: The clash of swords rang across the field.

Sececap: Esme selalu menghindari matahari, juga segala jenis benda yang memancarkan cahaya. Tidak, dia bukanlah vampir. Dia juga tak takut kulitnya berubah hitam. Dia mesti hidup dalam kegelapan guna tidak memunculkan bayangannya, sebab bila bayangannya muncul bayangan itu akan mencoba menghabisi nyawanya!

Citarasa: cerpen yang... Kubaca secara lompat-lompat karena agak sedikit membosankan. Tapi endingnya bagus.

Now Bid Time Return by Saundra Mitchell
Kalimat pertama: Dacey Shen had never won anything before.

Sececap: Dacey Shen tidak pernah memenangkan kontes apapun sebelumnya. Tapi sekalinya menang, dia mendapatkan paket liburan ke Norwegia selama seminggu. (Betapa beruntungnya! >.< #eh ) Tapi ada yang aneh dengan rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama di Norwegia. Rumah itu diberi nama Kristian's Cottage, sesuai dengan nama pemuda yang membangunnya. Menurut penduduk setempat, Kristian membangun bangunan itu untuk kekasihnya yang, kata Kristian sendiri, bukan milik dunia ini. Misteri Kristian ini menarik minat Dacey untuk mencaritahu lebih lanjut. Apalagi kamera yang baru dibelinya entah kenapa tak berfungsi dengan baik. Petualangan Dacey membuahkan jawaban yang mengejutkan: Kristian membangun rumah itu untuk dirinya. Citarasa: Bila kalian seorang yang kritis, kalian pasti tidak akan melewatkan fakta bahwa cerpen ini punya lubang plot yang menganga lebar, terutama di bagian kemunculan Kristian dan kalimat bahwa dirinya tak pernah mati dan bagaimana cewek yang dimaksud Kristian adalah Dacey. Tapi bila kalian bisa menerima kemungkinan terjadinya campur-aduk antara masa lalu dan masa kini, maka kalian bisa menikmati cerpen ini. Aku sendiri cukup menikmatinya. Penulis memiliki gaya penceritaan yang oke. The Moth and Spider by Sarah Ockler
Kalimat pertama: Moths sucked at dying.

Sececap: Namanya Calista. Dia dirawat dan diawasi karena dia memotong nadi di pergelangan tangannya. Dia memotong nadinya karena dia pikir dia ingin mati.

Citarasa: Jujur, aku bingung dengan cerpen yang satu ini. Dan aku juga tak terlalu berusaha mencaritahunya lebih keras apa maksud dari cerpen ini. Jadi, ya, aku tidak bisa bercerita lebih banyak.

Where the Light Is by Jackson Pearce
Kalimat pertama: Underground, it is cold.

Sececap: Di tempat tinggal Will menjadi penambang adalah sebuah kehormatan. Namun bagi Will sendiri menambang... Bukanlah sesuatu yang diinginkannya. Dia tak suka di bawah tanah. Dan terutama, dia sama sekali tidak suka gelap. Tapi dia tak punya pilihan, kecuali dia mau kehilangan kampung halamannya (sekali penduduk keluar kota untuk menjadi sesuatu yang lain, atau untuk melanjutkan pendidikan, mereka tidak akan diterima lagi di kota itu), ibunya menderita, dan nama baik almarhum ayahnya sebagai penambang teladan akan terhapus untuk selamanya.

Namun suatu hari, saat Will sedang di dalam tambang, dan sedang membayangkan dirinya seorang arkeolog, telinganya menangkap ketukan di dinding; ketukan yang kemudian mengarahkannya pada seorang gadis. Seorang gadis yang mengaku tinggal di perut bumi.

Citarasa: salah satu cerpen yang aku suka. Gaya bahasa oke, ide oke, plot oke (walau agak sedikit panjang bagiku), romansanya juga oke, karakternya juga oke. Cerpen ini juga mengenalkan makhluk baru (atau makhluk lama dengan nama baru) yang disebut Knocker. Knocker tinggal di dalam gunung dan takut pada matahari. Dan dari deskripsi di dalam cerpen, Knocker ini dapat mengendalikan tanah dan membawa kegelapan di sekitar mereka—atau setidaknya itulah yang selalu menyertai si gadis yang ditemukan Will. Tiap kali mereka berdua bertemu kegelapan selalu menyelubungi dan baru terangkat setelah si gadis pergi.

Bagi kalian yang suka cerita yang mengusung tema pelestarian Bumi, aku yakin kalian akan suka dengan cerpen ini

This was Ophelia by Tessa Gratton
Kalimat pertama: In the darkness, I go mad.

Sececap: Kendati terlahir sebagai perempuan, Ophelia tidak suka menjadi perempuan. Banyak sekali aturan dan adat istiadat yang mengekang tingkah-polah perempuan.

Mungkin karena itu, dia kemudian menyamar jadi laki-laki dan tiap beberapa malam sekali keluar jalan-jalan dan nongkrong di bar-bar dengan mengenakan pakaian abangnya secara diam-diam. Pada orang-orang yang ditemuinya, dia mengaku bernama "O" dan lama-kelamaan Ophelia mulai dikenal beberapa orang sebagai laki-laki.

Suatu malam di musim gugur, O seperti biasa duduk di bar favoritnya dan memperhatikan Rose (gadis penyanyi) melakukan tugasnya. Seorang pemuda tampan menghampirinya. O mengenali pemuda itu, tapi tentu saja pemuda itu tidak mengenali O. Di mata pemuda itu, namanya Halden, O adalah seorang laki-laki seumurannya.

Perkenalan itu kemudian berkembang menjadi hubungan percintaan. Oh ya, mereka saling jatuh cinta. Dan tidak, Hal tidak tahu mengenai O yang perempuan. Dan Ophelia dengan lihai selalu menemukan cara untuk menghindari kontak fisik selain ciuman demi jati diri tubuhnya yang sebenarnya tidak terbongkar.

Namun, sepandai-pandai seseorang menyembunyikan kue donat, aromanya pasti bakal tercium seseorang (peribahasa dari mana ini? xD ), sepandai-pandainya Ophelia menyembunyikan identitasnya pada suatu saat dia mesti mengaku. Dan dia memang melakukannya. Di depan Hal langsung. Bagaimana reaksi Hal?

Tentu saja marah, kecewa. Ophelia mencoba menunjukkan bahwa Hal mencintainya. Bahwa tak peduli dia perempuan, Hal mencintainya.

Sebelum Hal pergi dan membawa serta hatinya, Hal sempat berkata pada Ophelia, "Aku tak bisa mengubah hasratku, Ophelia. Kalau iya, aku sudah berhenti menciumi cowok-cowok berabad-abad lalu."

Citarasa: Ini juga salah satu yang cerpen yang aku suka sekali. Apakah cinta benar-benar tidak memiliki batas? Apakah cinta benar-benar tidak mengenal kelamin? Cerpen ini mengkritisi dua pertanyaan itu.

Aku membayangkan, seandainya Hal bukan orang yang sabaran dan punya rasa ingin tahu yang besar, kira-kira bakal gimana jalan ceritanya, ya?
===============================

Dan itulah ke-17 cerpen yang dikemas di dalam Defy the Dark. Yang saking panjangnya, reviewnya aku bagi dalam dua part. Kebanyakan cerpennya cukup lumayan. Layaknya gading yang mustahil tak retak, tentu ada yang... Mungkin bagus, tapi tidak untuk seleraku. Yang cukup mengejutkan, cerpen yang menjadi pendorong untuk memasukkan buku ini dalam daftar bacaan justru hanya cukup bagus, alias ceritanya tidak jelek, aku juga tidak butuh waktu lama untuk membacanya, tapi cerpen itu tidak sampai membuatku memfavoritkannya.

Defy the Dark

Penulis: Saundra Mitchell and Co.
Penerbit: Harper
Tahun terbit: 2013
Tebal: 201 halaman
Genre: Antologi - Horror - Supernatural - Romance - Fantasi - Misteri - Fiksi Ilmiah - Fiksi Realis
Stew score: Sweet!
Target: Young-Adult (16 tahun ke atas!)

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::

Kategori khusus: Ebook Lover #1

https://perpuskecil.wordpress.com/2015/01/15/lucky-no-15-reading-challenge/
Kategoru: Who Are You Again?


0 comments:

Poskan Komentar

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html