OCD: Obsessive Corbuzier's Diet by Deddy Corbuzier

OCD: Obsessive Corbuzier's Diet
Penulis: Deddy Corbuzier
Penerbit: -
Tahun terbit: 2013
Tebal: 82 (edisi ebook 3.5 - yang bisa didownload di sini)
Genre: Non - fiction
Stew score: Sweet!
Target: Teen (12 tahun keatas!)

Aku percaya, tiap orang ingin sekali mempunyai tubuh ideal. Tak terkecuali aku. Tapi kenapa untuk mendapatkannya, beberapa cara diet, menyarankan kita untuk makan makanan yang tidak enak?!

Oke, makanan yang tak enak itu mengandung banyak hal baik yang dibutuhkan tubuh. Tapi masa iya sih, demi mempertahankan tubuh ideal, selamanya lidah kita hanya mengecap makanan yang tak memiliki rasa atau bahkan pahit? Di mana nikmatnya hidup coba?


Namun, bila kalian doyan makan (seperti halnya aku—meski makanan yang aku doyan terbatas), tapi tetap ingin mendapatkan badan ideal, mungkin kalian bisa mencoba OCD atau Obsessive Corbuzier's Diet atau cara berdiet yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier.

Cara diet yang dikenalkannya bisa dibilang sederhana, atau sangat dekat dengan kita semua: puasa.

Tapi puasa di sini hanya menahan makan saja. Minum tetap diperbolehkan asal... Minumannya adalah minuman yang tak berkalori atau berkalori sangat rendah seperti air bening (air putih itu, well, susu).

Lalu kapan makannya? Apakah juga pas maghrib seperti puasa bulan Ramadhan? Boleh. Kalau kamu mau melakukannya.

Di diet puasa ini, Deddy memperkenal jendela makan. Apa itu jendela makan? Untuk jelasnya sih kalian bisa membaca di bukunya. Intinya, jendela makan adalah waktu di mana kita makan. Jendela makan dibagi empat: 8 jam(dengan 16 jam puasa), 6 jam (dengan 18 jam puasa), 4 jam (dengan 20 jam puasa), dan 1 jam (perlukah aku menuliskannya? xp ) yang disebut juga dengan puasa 24 jam.

Menurut para pakar diet, juga tampaknya Deddy tak membantah, konsep diet dengan jendela makan ini sudah ada sejak lama. Cuman karena tak begitu populer, atau baru populer ketika diperkenalkan kembali oleh Deddy, dan ditambahi dengan banyak fakta yang mematahkan fakta lama yang telah dipercaya kebanyakan orang, diet ini kemudian jadi kontroversi.

Oooh ya, OCD sempat menggemparkan Indonesia. Pasalnya, hal-hal yang dilarang oleh pakar di bidangnya, malah dianjurkan oleh Deddy Corbuzier (atau lebih tepatnya, dia membeberkan fakta ilmiah yang cukup kontra dengan fakta ilmiah yang telah beredar di masyarakat). Seperti semisal, "Jangan makan di malam hari, akan bikin kamu gemuk" dan "Jangan pernah melewatkan sarapan." Tapi di bukunya, Deddy malah menganjurkan untuk makan di malam hari dan menyarankan untuk tidak sarapan—dengan disertai penjelasan ilmiah tentunya. Tentu hal ini sangat kontroversial sekali bukan?

Tapi itu bukan bagian besarnya. Bagian terbesarnya adalah... Dalam diet ini kita boleh... MEMAKAN MAKANAN APAPUN!

Tak peduli makanan itu penuh lemak, makanan itu penuh karbohidrat, kita bebas makan makanan apa pun! Asal... Tidak rakus alias tidak makan berlebihan saat masuk jam makan.

Sebenarnya, apa yang tertulis di OCD tidak murni pemikiran Deddy. Apa yang ada di buku tersebut kebanyakan adalah kumpulan fakta-fakta ilmiah mengenai tubuh manusia yang dikumpulkan dan disusun oleh Deddy. Ditambah pengetahuannya. Sisanya pengalaman Deddy sendiri selama menjalani cara diet yang didapatkannya dari seorang mantan biarawan shaolin.

Aku sendiri mencoba cara diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier ini. Semenjak aku lulus SMK dan jarang bersepeda lagi, dan semenjak aku tinggal bersama dengan Bundaku lagi, aku jadi banyak makan. Karena tak punya gen gemuk, otomatis yang membesar adalah perutku. Dan karena ada "permintaan", jadi aku mencoba beberapa diet. Aku sudah mencoba beberapa diet, tapi... Susah sekali rasanya menolak makanan bikinan bunda. Aromanya, rasanya, benar-benar susah untuk ditolak!

Saat mencoba pertama kali diet ala Deddy ini, tentu, rasanya menyiksa. Tapi setelah beberapa hari, tubuhku mulai terbiasa untuk melewatkan sarapan. Dan apakah berhasil? Apakah perutku kembali datar?

Lebih baik lagi. Karena untuk pertama kalinya ada "kotak-kotak" pada perutku!

Aku menggunakan jendela 8 jam. Dan kalau sedang kepengen, atau lupa makan saking asyiknya batja buku/nonton film/surfing on Net, aku ambil jendela 6 jam. Aku belum mencoba yang 4 jam dan puasa 24 jam. Karena, aku ambil 8 jam saja berat badanku langsung terjun bebas.

Jelas diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier ini cocok untukku.

Secara keseluruhan, buku OCD ini padat akan info ilmiah yang sangat membuka mataku. Bahkan banyak info baru yang kudapat dari buku yang bahkan jumlah halamannya tak lebih dari 100.

Bagi yang pengen mencoba diet ini, diet yang bebas makan apa saja (tapi tidak terlalu bebas secara waktu), aku sarankan sebelum mencoba, baca dulu bukunya. Tidak tebal kok. Karena, well, tak semua diet cocok untuk semua orang.

Dan satu lagi, buku ini juga tersedia dalam bentuk paperback.

Posting ini diikutkan dalam Reading Challenge::
| |

3 comments:

  1. Kalo aku sih shelving buku ke rak perpus tiap hari rasanya udah kayak barbelan...barbelan buku...jadi bakal susah gemuk.. x)

    BalasHapus
  2. Aku ninggalin sarapan sejak lama >.<
    Waktu masih sekolah, kalau gak disuapin (karena time is war, aku tidur selama mungkin dan sarapan termasuk buang-buang waktu :p Bangun tidur kuterus mandi, kuterus ganti baju, kuterus berangkat sekolah) gak makan. Sejak kerja, aku sarapan paling cepet jam sepuluh pagi XD Dan kadang lewat jam 12 siang baru makan XD Tapi alhamdulillah, lambung bisa di ajak kompromi. Gak sarapan gak jadi masalah. Tapi kalau gak makan malam.... baru deh lain cerita XD

    BalasHapus

 

I'm part of...

Follower

Berani ikutan?

http://feedmebook.blogspot.com/2016/02/master-post-tantangan-membaca-seveneves.html